BeritaPendidikan

Universitas Gunadarma PPU Bangun Generasi Mandiri melalui Integrasi Literasi Sains, Digital, dan Keuangan di SD Islam Al-Muzzammil

Avatar photo
118
×

Universitas Gunadarma PPU Bangun Generasi Mandiri melalui Integrasi Literasi Sains, Digital, dan Keuangan di SD Islam Al-Muzzammil

Sebarkan artikel ini
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil meningkatkan kreativitas, kemandirian belajar, serta kemampuan literasi siswa melalui pembelajaran berbasis proyek dan media literasi sekolah.

NEWSFEED.ID, PENAJAM PASER UTARA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi abad ke-21, kemampuan literasi tidak lagi terbatas pada membaca dan menulis. Literasi sains, digital, dan keuangan kini menjadi keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Gunadarma Kampus Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan program bertajuk “Integrasi Literasi Sains, Digital dan Keuangan untuk Membangun Kemandirian dan Kreativitas Sejak Dini melalui Mading Literasi SD Islam Al-Muzzammil.” Program ini berlangsung selama April hingga Juli 2026 dan melibatkan siswa serta guru SD Islam Al-Muzzammil di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kegiatan ini dipimpin oleh Noviawan Rasyid Ohorella bersama tim dosen lintas disiplin yang terdiri dari Delianti, Depin Afrilla, Mustari, dan Anis Aulia Muslim. Kolaborasi berbagai bidang keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pembelajaran yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.

Menurut Ketua Tim Abdimas, Noviawan Rasyid Ohorella, pendidikan dasar merupakan fase penting dalam membentuk karakter, pola pikir, dan keterampilan anak untuk menghadapi masa depan.

“Kami melihat bahwa literasi sains, digital, dan keuangan sering kali diajarkan secara terpisah. Melalui program ini, kami mencoba mengintegrasikan ketiganya dalam aktivitas yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak melakukan berbagai aktivitas interaktif seperti eksperimen sains sederhana mengenai energi dan rangkaian listrik, pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran, hingga simulasi pengelolaan uang saku dan kebiasaan menabung. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam program ini adalah pemanfaatan Mading Literasi sebagai media pembelajaran kreatif. Melalui mading tersebut, siswa dapat menampilkan hasil karya, informasi edukatif, poster, hingga proyek sederhana yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, dan keuangan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar, lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, serta mampu menghubungkan konsep pembelajaran dengan kondisi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pada aspek literasi keuangan, siswa mulai memahami pentingnya mengelola uang secara bijak, menabung, dan membuat keputusan finansial sederhana. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini.

Anis Aulia , anggota tim Abdimas dari Program Studi Manajemen Universitas Gunadarma, menjelaskan bahwa pendidikan keuangan perlu diperkenalkan sejak usia sekolah dasar agar anak memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai uang dan perencanaan keuangan.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga membentuk pola pikir yang bertanggung jawab terhadap penggunaan uang. Semakin dini diperkenalkan, semakin besar peluang terbentuknya perilaku finansial yang sehat di masa depan,” jelasnya.

Tidak hanya siswa yang memperoleh manfaat, para guru juga mendapatkan pendampingan terkait penerapan pembelajaran berbasis literasi terintegrasi. Guru dilatih untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih efektif dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif serta kontekstual.
Kepala SD Islam Al-Muzzammil menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Program ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka terlihat lebih antusias, aktif, dan berani mencoba hal-hal baru. Kami berharap kerja sama dengan Universitas Gunadarma dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” ungkapnya.

Ke depan, Universitas Gunadarma berencana mengembangkan program ini melalui penyempurnaan modul pembelajaran, penguatan media digital interaktif, serta perluasan implementasi ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Penajam Paser Utara. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Gunadarma kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Penajam Paser Utara, khususnya dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan literasi komprehensif untuk menghadapi masa depan yang semakin dinamis.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id