BeritaPendidikan

Tim KKN-T 93 UNDIP Bantu Pengembangan UMKM Terasi Pak Sahuri (Pak Kempung) di Desa Suradadi, Tegal: Manajemen Keuangan Jadi Lebih Tertata Berkat Sentuhan Digital

Avatar photo
122
×

Tim KKN-T 93 UNDIP Bantu Pengembangan UMKM Terasi Pak Sahuri (Pak Kempung) di Desa Suradadi, Tegal: Manajemen Keuangan Jadi Lebih Tertata Berkat Sentuhan Digital

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama Bapak Sahuri, pelaku UMKM terasi di Desa Suradadi, Tegal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan yang membantu UMKM menerapkan sistem manajemen keuangan digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

NEWSFEED.ID, TEGAL — Di tengah tantangan pengelolaan usaha yang dihadapi para pelaku UMKM terasi skala rumah tangga, hadir sebuah angin segar dari mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang di bimbing oleh dosen Universitas Diponegoro bapak Apip, S.E., M.Si. membawa solusi keuangan berbasis digital.

Program pengabdian masyarakat ini sukses membantu pelaku UMKM terasi milik bapak sahuri (pak kempung) di desa suradadi, Kecamatan Suradadi, Tegal dengan fokus memahami dan menerapkan sistem pencatatan keuangan sederhana yang efektif dan modern.

A person sitting on a bench looking at a phone AI-generated content may be incorrect.

Program berjudul “Sistem Manajemen Keuangan Sederhana dan Digital” ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sebagian besar UMKM terasi di Desa Suradadi belum memiliki sistem pencatatan yang memadai.

Proses bisnis masih dijalankan secara turun-temurun dan mengandalkan ingatan, tanpa catatan arus kas, harga pokok produksi (HPP), atau laporan laba rugi.

A person holding a piece of paper with a person standing next to him AI-generated content may be incorrect.

Melalui pelatihan langsung, pendampingan intensif, dan pembuatan aplikasi pencatatan berbasis mobile, pelaku UMKM terasi milik bapak sahuri (pak kempung) kini mampu:

 

  1. Membantu menghitung HPP dengan akurat
  2. Penyusunan laporan laba rugi dan neraca saldo
  3. Membantu menganalisis data penjualan bulanan UMKM terasi pak sahuri
  4. Membantu membuat akses data keuangan secara real-time melalui smartphone
  5. Menyusun SOP produksi dan distribusi kerja UMKM terasi pak sahuri
  6. Membantu menyusun arsip dan dokumen keuangan agar terarsip dengan rapih

“Lewat pelatihan kemarin yang dibuat mahasiswa KKN, saya jadi lebih paham dan tahu secara pasti berapa keuntungan bersih setiap minggu, bulan, musimnya,” ungkap Bapak Sahuri, salah satu pelaku UMKM terasi yang menjadi mitra utama program.

Selain aspek keuangan, tim juga menekankan pentingnya legalitas dan kualitas produk. Edukasi mengenai pencantuman label seperti tanggal kedaluwarsa dan komposisi bahan baku kini mulai diterapkan para pelaku usaha. Dengan SOP dan booklet edukasi yang dibagikan, program ini menjadi bekal jangka panjang bagi UMKM terasi pak sahuri (pak kempung) untuk lebih mandiri dan siap ekspansi.

Melalui pendekatan edukatif yang praktis dan teknologi yang mudah diakses, program ini membuka harapan baru bagi keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM lokal di tengah tantangan zaman. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi desa tidak harus rumit—cukup dengan pendekatan yang tepat sasaran dan semangat kolaborasi.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id