BeritaPendidikan

Mental Terlupakan, Risiko Nyata: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Padangsari soal Kesehatan Jiwa Pasien Hipertensi dan Diabetes

Avatar photo
100
×

Mental Terlupakan, Risiko Nyata: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga Padangsari soal Kesehatan Jiwa Pasien Hipertensi dan Diabetes

Sebarkan artikel ini
SEMINAR ARTIKEL 3

NEWSFEED.ID, Semarang – Gangguan kesehatan mental sering kali berada di balik layar penyakit fisik yang diderita masyarakat, namun dampaknya bisa sangat serius, terutama pada pasien penyakit kronis seperti hipertensi (HT) dan diabetes melitus (DM). Menyadari fakta ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 26 Kelompok 3 Universitas Diponegoro membawa misi berbeda dalam pengabdian mereka di Kelurahan Padangsari, Kota Semarang.

Selama kurang lebih dua bulan berada di lokasi KKN, para mahasiswa tak hanya fokus pada satu program utama, tetapi menjalankan rangkaian kegiatan yang terintegrasi. Salah satu sorotan terbesar adalah seminar bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental pada Pasien Hipertensi dan Diabetes” yang digelar di Balai RW 03 pada Sabtu (3/8).

Seminar tersebut membongkar fakta yang jarang dibicarakan: bahwa pasien penyakit kronis tidak hanya berjuang melawan gejala fisik, tetapi juga menghadapi tekanan psikologis yang dapat memperburuk kondisi mereka. Materi yang dibawakan mencakup jenis-jenis gangguan mental yang rawan muncul, tanda-tanda awal yang sering diabaikan, serta strategi pencegahan. Teknik mindfulness turut diperkenalkan sebagai cara melatih fokus dan kesadaran diri, membantu pasien mengelola stres, dan mengurangi risiko komplikasi mental.

“Gangguan mental tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi pemicu memburuknya kondisi fisik pasien. Mindfulness adalah salah satu latihan sederhana namun efektif untuk menjaga stabilitas mental,” ungkap salah satu pemateri dari tim KKN Undip.

Tak berhenti di ruang seminar, mahasiswa KKN melakukan skrining dan pengecekan kesehatan secara door to door bagi seluruh pasien hipertensi dan diabetes di lingkungan RW 03. Langkah ini memudahkan pendataan jumlah pasien, memantau kondisi kesehatan secara langsung, dan mendeteksi risiko penyakit tambahan. Data tersebut diharapkan membantu tenaga kesehatan dan perangkat kelurahan dalam merumuskan strategi penanganan yang lebih tepat.

Di luar program utama, mahasiswa KKN juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari memeriahkan lomba 17 Agustusan, menghadiri rapat warga, ikut dalam pemilihan Ketua RW, mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), memberikan edukasi kesehatan dan gosok gigi untuk anak-anak, menyampaikan materi bahaya penggunaan gawai secara berlebihan, mendukung kegiatan posyandu, hingga membuat website iHealth untuk memudahkan pencatatan kesehatan warga.

Lurah Kelurahan Padangsari, Sri Agustin Wulandari, S.E., yang hadir langsung dalam seminar, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi mahasiswa. “Kegiatan ini memberi manfaat besar bagi warga kami. Edukasi kesehatan mental seperti ini jarang ada, dan semoga bisa menjadi kebiasaan warga untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga,” ujarnya.

Kegiatan seminar ditutup dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Namun, manfaat terbesar yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan mental dan fisik.

Dengan semakin tingginya angka penyakit kronis di perkotaan, keberadaan program KKN seperti ini membuktikan bahwa peran mahasiswa di lapangan tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga membangun kedekatan sosial, memahami realitas warga, dan menghadirkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat. Sebab, tubuh yang sehat tak akan bertahan lama tanpa pikiran yang sehat.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id