NEWSFEED.ID, KENDAL – Mahasiswa KKN-T IDBU Universitas Diponegoro Tim 13 Kelompok 1 melaksanakan program inovatif dengan mengajak warga Dusun Kalikesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program multidisiplin yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga (15/7/2025)
Melanie Anggita, mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Matematika Undip sekaligus penggagas program ini, menjelaskan bahwa limbah minyak goreng sisa pakai atau jelantah yang selama ini dibuang sembarangan berpotensi mencemari lingkungan dan saluran air.
“Padahal, minyak jelantah masih bisa dimanfaatkan menjadi produk bermanfaat seperti sabun cuci tangan atau sabun cair serbaguna,” jelasnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (15/7).
Dalam workshop yang melibatkan ibu-ibu PKK Dusun Kalikesek tersebut, peserta diberikan pelatihan langsung cara mengolah minyak jelantah dengan bahan-bahan sederhana, seperti kalium hidroksida (KOH) dan pewangi alami. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap mulai dari penyaringan minyak, pencampuran, hingga pencetakan sabun.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul serta keinginan mereka untuk mencoba kembali di rumah. “Biasanya minyak bekas saya buang begitu saja. Sekarang malah bisa jadi sabun wangi dan berguna untuk cuci piring atau baju,” ujar Bu Mayola, salah satu peserta.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah domestik, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Dengan memproduksi sabun dari limbah dapur, warga dapat menekan biaya rumah tangga sekaligus menjual produk ramah lingkungan buatan sendiri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN-T Undip Tim 13 bertema zero waste. Tim KKN-T IDBU Tim 13 juga menggelar berbagai program lain seperti pembuatan komposter, pengolahan sampah organik dengan ulat Hongkong, hingga digitalisasi UMKM dan branding wisata lokal Kalikesek.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Sriwulan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan mampu mengubah sampah menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi.











