NEWSFEED.ID, Malang — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) pada 12 Agustus 2025 menggelar kegiatan kreatif di Desa Kedungsalam, Kabupaten Malang. Para mahasiswa mengajak lansia untuk mengikuti kegiatan meronce sebagai bentuk physioart therapy, yaitu menyusun manik-manik menjadi kalung, gelang, atau gantungan kunci. Kegiatan ini sederhana, namun membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun psikologis para lansia.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih koordinasi dan keterampilan motorik halus para lansia melalui gerakan jari yang teratur, sekaligus menjadi terapi seni gerak (physioart therapy) untuk menjaga ketangkasan tangan dan konsentrasi. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menciptakan suasana kebersamaan sehingga para lansia merasa diperhatikan, tidak kesepian, dan tetap produktif.
Balai desa Kedungsalam pada hari kegiatan dipenuhi keceriaan. Para lansia tampak antusias memilih manik-manik berwarna-warni, kemudian merangkai sesuai selera masing-masing. Mahasiswa PMM mendampingi dengan sabar, memberikan contoh, sekaligus membiarkan para peserta mengekspresikan kreativitas mereka. Hasil karya berupa gelang, kalung, hingga gantungan kunci pun berhasil dibuat, lengkap dengan senyum bangga dari para peserta.
Salah satu peserta, Ibu Sri (65), mengaku sangat senang. “Saya merasa seperti muda lagi. Tangan saya jadi lebih terlatih, apalagi bisa berkumpul ramai-ramai begini. Senang sekali, rasanya seperti dapat keluarga baru,” ujarnya sambil memperlihatkan gelang hasil buatannya. Peserta lain, Mbah Suyat (70), menambahkan, “Biasanya di rumah ya sepi saja. Dengan kegiatan ini, saya jadi merasa lebih semangat. Ternyata meronce itu bukan hanya untuk anak-anak, tapi orang tua juga bisa. Saya bangga bisa hasilkan karya sendiri.”
Kegiatan ini juga sejalan dengan tema besar PMM UMM tahun ini, yaitu Ketahanan Pangan. Ketahanan pangan tidak hanya dimaknai dari ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, kemandirian, dan keberdayaan masyarakat. Dengan menerapkan physioart therapy lewat kegiatan meronce, mahasiswa membantu lansia tetap aktif, sehat, dan produktif, sehingga mereka mampu menjaga kualitas hidupnya. Kesehatan dan kemandirian lansia menjadi bagian penting dari ketahanan sosial yang mendukung tercapainya ketahanan pangan di masyarak
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sendiri terus menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui PMM, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengabdi dan memberi dampak nyata di masyarakat. Kegiatan meronce bersama lansia di Kedungsalam ini membuktikan bahwa pengabdian sederhana bisa menghadirkan kebahagiaan besar bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dirangkai dari hal-hal sederhana. Dengan dukungan mahasiswa UMM, para lansia tidak hanya mendapat aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga ruang untuk bersosialisasi, berkreasi, dan merasa dihargai. Melalui PMM, UMM terus berkomitmen untuk menyebarkan kebermanfaatan dan menjadi kampus yang selalu hadir di tengah masyarakat.











