NEWSFEED.ID, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM) di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menyelenggarakan praktik pembuatan klepon berbahan dasar ubi ungu bersama ibu-ibu PKK RT 01/RW 04 pada Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut bertempat di lingkungan RT 01/RW 04 Kelurahan Gondoriyo.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Teguh Putra Pratama berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan klepon ubi ungu sebagai upaya diversifikasi pangan lokal serta pengembangan usaha rumahan. Kegiatan dihadiri Ketua PKK RT 01, Ibu Qori Afifah, bersama anggota PKK dan mahasiswa KKN USM Kelurahan Gondoriyo.
Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang digunakan, antara lain ubi ungu yang telah dikukus dan dihaluskan, tepung ketan, tepung tapioka, gula merah sebagai isian, kelapa parut, serta gula dan garam secukupnya. Mahasiswa KKN juga menjelaskan fungsi setiap bahan dan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN mendampingi peserta untuk mempraktikkan setiap tahapan secara langsung. Ubi ungu yang telah dihaluskan dicampur dengan bahan adonan hingga tercampur merata dan mudah dibentuk. Pendampingan dilakukan secara bersama-sama sehingga peserta dapat langsung bertanya ketika mengalami kesulitan.

Adonan kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil dan bagian tengahnya diisi gula merah. Setelah dimasak hingga matang, klepon dilapisi kelapa parut. Ibu-ibu PKK mengikuti proses tersebut dengan antusias, mulai dari mengolah adonan, membentuk klepon, hingga menyiapkan hasil akhir.

Selain keterampilan mengolah pangan, mahasiswa KKN memperkenalkan penyajian dan pengemasan menggunakan wadah mika berlabel. Kemasan yang rapi dan memiliki identitas produk diharapkan dapat meningkatkan daya tarik serta nilai jual klepon apabila dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.

Ketua Kelompok KKN USM Kelurahan Gondoriyo, Ardhan Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada cara membuat klepon, tetapi juga mendorong masyarakat melihat potensi bahan pangan lokal sebagai produk yang dapat dikembangkan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkan olahan ubi ungu menjadi produk yang tidak hanya enak dikonsumsi, tetapi juga menarik, memiliki identitas, dan berpotensi menambah pendapatan keluarga,” ujar Ardhan.
Melalui kegiatan pembuatan klepon ubi ungu ini, mahasiswa KKN USM berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Hasil berupa produk siap saji dengan kemasan berlabel menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal di Kelurahan Gondoriyo.
Penulis: Devi Fatmala Sari
Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Semarang












