NEWSFEED.ID, SEMARANG — Tidak semua orang tumbuh bersama teknologi, tapi setiap orang berhak merasakannya. Kalimat itu terasa tepat ketika melihat realitas digitalisasi di desa, termasuk di desa Mluweh, sebuah desa yang bersentuhan langsung dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanadipa Universitas Diponegoro.
Di sana, para ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) aktif mengelola pertanian dan produksi olahan hasil minyak atsiri. Namun di tengah geliat mereka, masih ada jarak antara aktivitas keseharian dan pemanfaatan teknologi digital yang bisa membantu kerja mereka jadi lebih efektif.
Pelatihan menggunakan Artificial Intelligence (AI) pada KWT KHDTK UNDIP sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi di wilayah tersebut. Masalah utama yang dihadapi oleh anggota KWT adalah keterbatasan informasi pengaplikasian AI.
Pada masa digital sekarang penggunaan AI dapat membantu dalam mendesain logo dan membentuk laporan keuangan yang lebih rinci dengan mudah sehingga meningkatkan marketing yang dapat dilakukan oleh anggota KWT.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro melalui Tim KKNT IDBU 61 mengangkat tema “Aplikasi Teknologi Produk berbasis Rempah Atsiri untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan di sekitar KHDTK Penggaron” hadir untuk membantu memperkenalkan teknologi yang bisa menyatu dengan keseharian kepada kelompok tani. Tim KKN Tematik ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S. Si., M. Si., Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA., dan dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes., Sp.PD.K-Ger., FINASIM.
Anggota kelompok 3 berasal dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya Jordan Mesakh Samuel Lumban Tobing (FSM/Bioteknologi), Risartha Audhita Situmorang (FSM/Bioteknologi), Afifa Mutiara Ruswinanti (FSM/Bioteknologi), Sonya Chandra Kusuma (FSM/Bioteknologi), Aurelia Oktavianty (FSM/Bioteknologi), Hani Shafirah (FSM/Bioteknologi), Nadya Lovely Allowina Pelawi (FSM/Bioteknologi), Emylia Asmara Dani (FEB/Manajemen), Hibban Muhammad Fitriyasa (FT/Teknik Mesin) dan Keisha Rizfia Azzahra (FPIK/Oseanografi).
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Kantor KHDTK Wanadipa Universitas Diponegoro. Mahasiswa mendampingi anggota KWT dalam mengenal dan mengaplikasikan teknologi artificial intelligence, yaitu ChatGPT untuk mendukung aktivitas usaha. Sebelum praktik dimulai, peserta menerima buku saku berisi panduan ringkas untuk mempermudah penggunaan ChatGPT secara mandiri.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Kantor KHDTK Wanadipa Universitas Diponegoro. Mahasiswa mendampingi anggota KWT dalam mengenal dan mengaplikasikan teknologi artificial intelligence, yaitu ChatGPT untuk mendukung aktivitas usaha. Sebelum praktik dimulai, peserta menerima buku saku berisi panduan ringkas untuk mempermudah penggunaan ChatGPT secara mandiri.
Materi penyuluhan yang diberikan meliputi cara membuka situs ChatGPT, mengetik perintah (prompt) di kolom percakapan, serta latihan dalam membuat laporan keuangan sederhana, rancangan pembuatan logo dan deskripsi produk untuk promosi.
Salah satu sesi yang menarik adalah ketika anggota KWT menyampaikan keluhan tentang desain yang tidak sesuai harapan. Tim mahasiswa kemudian mengarahkan bagaimana menyampaikan perintah yang lebih spesifik kepada ChatGPT agar hasilnya sesuai dengan keinginan.
Selain itu, terdapat pemaparan terkait inovasi penahan panas pada panci penyulingan minyak atsiri, dilanjutkan dengan pemaparan produk berbasis atsiri seperti lotion dan pengharum ruangan. Peserta juga dilatih membuat reed diffuser memanfaatkan tanaman atsiri yang ada di lingkungan KHDTK serta diberikan materi tentang pembuatan label dan teknik pengemasan produk.
Alih-alih menjadikan teknologi sebagai hal yang asing, mereka membawanya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Para anggota KWT mulai berani mencoba, bertanya, dan menggunakan teknologi secara mandiri. Teknologi tidak lagi hanya hadir, tapi benar-benar terasa manfaatnya di tangan mereka sendiri.
Ibu Lina selaku ketua KWT menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sosialisasi ini. “Dulu saya mengira teknologi seperti AI itu rumit dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan kami sehari-hari di kebun dan rumah. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, saya menjadi mengerti bahwa teknologi justru bisa sangat membantu” ungkapnya.
Suharti selaku peserta penyuluhan juga menambahkan, “Penyuluhan ini membuka wawasan saya untuk mengembangkan produk kelompok tani kami. Saya berharap pelatihan seperti ini bisa terus berlanjut, agar ibu-ibu di desa juga bisa memanfaatkan teknologi dan mandiri secara ekonomi”.
Kegiatan penyuluhan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh Tim KKNT IDBU 61 Kelompok 3 menjadi langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan digital di pedesaan. Melalui pendekatan yang ramah dan praktis, ibu-ibu KWT didampingi untuk mengenal dan memanfaatkan AI dalam berbagai aspek usaha, mulai dari desain logo, pemasaran digital, hingga pencatatan keuangan sederhana. Hasilnya, teknologi tak lagi terasa asing—melainkan menjadi alat bantu yang memperkuat kemandirian dan potensi ekonomi masyarakat desa.
KKN Tematik ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Nomor 274-058/UN7.D2/PM/IV/2025. Tim KKN Tematik 61 kelompok 3 mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada IDBU (Skema Iptek Bagi Daerah Binaan UNDIP) sebagai penyedia pendanaan yang berasal dari anggaran non-APBN Universitas Diponegoro Tahun 2025.











