BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini melalui Edukasi Kepemimpinan bagi Siswa Kelas VI MI di Desa Sukorejo

Avatar photo
97
×

Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini melalui Edukasi Kepemimpinan bagi Siswa Kelas VI MI di Desa Sukorejo

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, SRAGEN – Kepemimpinan merupakan salah satu keterampilan hidup (life skills) yang penting ditanamkan sejak usia dini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, anak-anak tidak hanya memerlukan kemampuan akademik, tetapi juga karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, keberanian, serta kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Usia sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk membangun karakter kepemimpinan. Pada fase ini, anak mulai belajar bertanggung jawab, memahami aturan, serta berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Namun, masih banyak siswa yang beranggapan bahwa pemimpin hanyalah seseorang yang memiliki jabatan, seperti presiden, kepala sekolah, atau ketua kelas. Padahal, setiap orang dapat menjadi pemimpin melalui sikap dan tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari kondisi tersebut, Muhamad Bintang Ramadhan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM, melaksanakan program edukasi “Aku Pemimpin Hebat” bagi siswa kelas VI MI di Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen. Program ini merupakan bagian dari upaya KKN dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan karakter sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tentang kemampuan menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking melalui pertanyaan mengenai sosok yang dianggap sebagai pemimpin. Para siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengangkat tangan untuk memberikan pendapat. Berbagai jawaban muncul, mulai dari Presiden Republik Indonesia, guru, kepala sekolah, ketua kelas, hingga tokoh olahraga dan tokoh fiksi yang mereka kenal. Melalui diskusi tersebut, siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan dapat ditemukan dalam berbagai bidang kehidupan.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan media presentasi yang dipadukan dengan metode diskusi dan tanya jawab. Suasana pembelajaran berlangsung aktif karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan berbagi pengalaman. Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka menyampaikan gagasan serta memberikan contoh perilaku kepemimpinan yang pernah mereka lakukan di sekolah maupun di rumah.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian pemimpin, contoh tokoh pemimpin, karakteristik kepemimpinan, serta lima sifat utama seorang pemimpin, yaitu bertanggung jawab, jujur, berani, peduli, dan mau mendengarkan. Setiap materi dijelaskan menggunakan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta.

Di akhir kegiatan, mahasiswa menekankan bahwa menjadi pemimpin tidak harus menunggu memiliki jabatan tertentu. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri melalui kebiasaan disiplin, jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan berani melakukan hal yang benar. Pesan tersebut diharapkan mampu memotivasi siswa untuk mulai menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta maupun pihak sekolah. Metode diskusi interaktif berhasil meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran. Selain memahami makna kepemimpinan, siswa juga mampu mengidentifikasi karakter seorang pemimpin serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan di sekolah maupun keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia sekolah dasar.

Keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Program ini mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  • SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, serta kepemimpinan.
  • SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pembentukan generasi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan integritas sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro, mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan peserta didik dalam mendukung pendidikan karakter.

Melalui program ini diharapkan nilai-nilai kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, mampu memimpin diri sendiri, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Hasil Kegiatan dan Evaluasi

Kegiatan edukasi kepemimpinan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari siswa maupun pihak sekolah. Sejak awal hingga akhir kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pendapat mengenai sosok dan karakter seorang pemimpin. Suasana pembelajaran yang interaktif membuat siswa lebih berani mengemukakan gagasan dan terlibat secara aktif dalam setiap sesi.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami bahwa pemimpin adalah seseorang yang memiliki jabatan, tetapi juga menyadari bahwa setiap individu dapat menjadi pemimpin melalui sikap bertanggung jawab, jujur, peduli, berani, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan berbasis diskusi dan tanya jawab terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi peserta sekaligus memudahkan mereka memahami materi yang disampaikan.

Secara umum, program telah mencapai tujuan yang diharapkan. Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendidikan kepemimpinan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan karakter. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi KKN Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Sukorejo melalui pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa kepemimpinan.

Penulis: Muhamad Bintang Ramadhan
Mahasiswa KKN Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id