BeritaPendidikan

Mahasiswa Biologi Universitas Bangka Belitung Teliti Struktur Ekosistem Zona Litoral di Pantai Perpat, Tanjung Bunga

Avatar photo
112
×

Mahasiswa Biologi Universitas Bangka Belitung Teliti Struktur Ekosistem Zona Litoral di Pantai Perpat, Tanjung Bunga

Sebarkan artikel ini
Pantai Perpat sebagai Lokasi Penelitian, Kota Pangkalpinang

NEWSFEED.ID, PangkalpinangMahasiswa Program Studi Biologi Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan penelitian ekologi di kawasan Pantai Perpat, Tanjung Bunga, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, melalui kegiatan Team Based Project (TBP). Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Eka Sari, S.Si., M.Si., Dr. Henri, S.Si., M.Si., dan Drs. Eddy Nurtjahya, B.Sc., M.Sc., dengan fokus pada kondisi ekosistem zona litoral, yaitu area pantai yang dipengaruhi pasang surut air laut.

Dalam penelitian ini, kelompok mahasiswa yang beranggotakan Cindy Indira Faizah, Nawal Rafa An Najah, Naqiyyah Salsabila, Sopiyana Susanti, dan Tarmisyah Salwa Firdausy mengamati berbagai organisme yang hidup di kawasan pesisir, seperti siput laut, kepiting, udang, ikan kecil, cacing laut, dan rumput laut. Dari seluruh organisme yang ditemukan, kelompok gastropoda atau siput laut menjadi yang paling mendominasi di hampir semua lokasi pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa siput laut memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan pantai yang terus berubah akibat pasang surut.

Selain mengidentifikasi organisme, kelompok mahasiswa ini juga mengukur kondisi lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, hingga tingkat kekeruhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan sangat memengaruhi jumlah dan persebaran organisme di kawasan pesisir.

Kondisi Zona Litoral di Pantai Perpat (18/04/2026)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekosistem zona litoral Pantai Perpat tersusun atas berbagai komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem pesisir yang dinamis. Organisme yang ditemukan terdiri atas berbagai kelompok, seperti kepiting, ikan, udang, cacing laut, serangga, dan rumput laut. Namun, kelompok organisme yang paling banyak ditemukan berasal dari gastropoda atau siput laut. Beberapa jenis gastropoda yang ditemukan mendominasi hampir seluruh stasiun pengamatan, seperti Cerithideopsilla sp., Pirenella sp., Nassarius sp., Natica sp., Thais sp., dan Cerithium sp.

Dominasi kelompok gastropoda menunjukkan bahwa organisme tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan di zona litoral Pantai Perpat. Gastropoda diketahui mampu hidup pada berbagai jenis substrat, seperti pasir, lumpur, maupun pecahan karang, serta memiliki toleransi yang relatif tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan. Selain itu, keberadaan organisme seperti Gammarus pulex (Kutu pasir) dan Ocypode quadrata (Kepiting pasir) dengan jumlah individu yang cukup tinggi pada beberapa stasiun pengamatan menunjukkan adanya variasi karakteristik habitat yang memengaruhi persebaran organisme.

Selain mengamati organisme yang ditemukan, penelitian juga mengukur beberapa parameter lingkungan yang berperan sebagai faktor pembatas bagi kehidupan organisme. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu air pada seluruh stasiun berkisar antara 38–39°C dengan suhu udara sebesar 31°C. Nilai salinitas berada pada kisaran 28–29‰, sedangkan pH berkisar antara 6,5–6,7. Nilai oksigen terlarut berada pada rentang 3,63–4,36 mg/L. Tingkat kekeruhan menunjukkan variasi yang cukup besar pada setiap stasiun pengamatan, sedangkan intensitas cahaya relatif seragam.

Perbedaan kondisi faktor abiotik tersebut menunjukkan bahwa setiap stasiun memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, oksigen terlarut, salinitas, dan kekeruhan memiliki pengaruh terhadap pola distribusi organisme. Organisme tertentu cenderung lebih banyak ditemukan pada kondisi lingkungan yang sesuai dengan batas toleransi hidupnya. Sebaliknya, kondisi lingkungan yang kurang mendukung dapat menyebabkan penurunan jumlah individu atau bahkan membatasi keberadaan spesies tertentu.

Analisis terhadap struktur komunitas organisme menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 1,009531 termasuk dalam kategori rendah hingga sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai jenis organisme pada lokasi penelitian, jumlah individu antarspesies belum tersebar secara merata. Hal tersebut diperkuat oleh nilai indeks kemerataan Evenness (E) sebesar 0,306305 yang menunjukkan bahwa distribusi individu antarspesies masih tergolong rendah. Beberapa spesies ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya.

Sementara itu, nilai indeks dominansi Simpson (C) sebesar 0,181277 menunjukkan bahwa tidak terdapat satu spesies yang mendominasi komunitas secara mutlak. Nilai tersebut menggambarkan bahwa meskipun terdapat spesies tertentu dengan jumlah individu yang cukup tinggi, keberadaan spesies lain masih mampu mempertahankan keseimbangan komunitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem zona litoral Pantai Perpat masih memiliki kemampuan untuk mendukung keberadaan berbagai jenis organisme meskipun berada di bawah tekanan lingkungan.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekosistem zona litoral Pantai Perpat dibentuk oleh interaksi antara organisme dan lingkungan yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia yang berada di lokasi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem jika tidak dikelola dengan baik. Maka diperlukan pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian ekosistem zona litoral agar fungsi ekologisnya tetap dapat dipertahankan di masa mendatang.

Tim Peneliti: Dr. Eka Sari, M.Si., Dr. Henri, M.Si., Dr. Drs. Eddy Nurtjahya, M.Sc., Cindy Indira F., Nawal Rafa A. N., Naqiyyah S., Sopiyana S., Tarmisyah S. F.
Instansi: Program Studi Biologi, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi, Universitas Bangka Belitung (UBB)
Lokasi Objek: Pantai Perpat, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id