NEWSFEED.ID, SEMARANG — Sebanyak 12 mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Sironjang telah melaksanakan program “Penanaman Terong”. Program ini diinisiasikan dari kegiatan IPTEK bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) di Dusun Winongsari, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang diketuai oleh Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU.
Program penanaman tanaman terong dilaksanakan di taman toga RT 05 RW 02, sebagai bentuk pemanfaatan ruang lingkungan hijau untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi pertanian yang sederhana bagi masyarakat di lingkungan RT, khusunya dalam penggunaan media tanam yang sederhana.
“Program ini dilaksanakan dengan harapan dapat bermanfaat dari berbagai aspek, mulai dari aspek lingkungan yang memanfaatkan limbah galon bekas yang tidak terpakai, serta aspek ekonomi bagi ibu PKK RT 05/ RW 02 Winongsari Pakintelan agar dapat menjadi income kas ataupun lainnya” Ujar Tata selaku penanggung jawab program penanaman terong
Pada tanggal 28 Juli 2025 kegiatan ini diawali dengan persiapan bahan pertanian berupa pembelian pupuk kotoran kambing yang dipilih karena kaya nutrisi, beretekstus gembur, mudah terurai secara alami dan ramah lingkungan sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan revitalisas pot-pot bekas yang terbuat dari galon plastik.
Pot galon bekas tersebut dikosongkan dengan cara mengumpulkan tanah dari masing-masing pot kedalam satu wadah. Tanah tersebut kemudian dicampur dengan pupuk kotoran kambing sebagai langkah untuk memperkaya unsur hara dalam tanah, sehingga dapat digunakan kembali sebagai media tanam yang lebih subur. Tanaman yang telah kering atau mati kemudian dibersihkan dari pot. Proses ini sebagai praktik pertanian yang ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip daur ulang media tanam dan pemanfaatan pot galon bekas.
Rangkaian kegiatan penanaman ini berlanjut bertahap pada tanggal 29 Juli dan 11 Agustus. Penanaman dan perawatan terong dilakukan pada tanggal 29 Juli. Bibit terong diperoleh dari pasar tradisional Gunungpati yang kemudian ditanam menggunakan media tanam berpupuk
Untuk memastikan kebutuhan air bibit terong dapat terpenuhi secara optimal, tim KKN menerapkan sistem piket harian, dimana penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
Pada tangal 11 Agustus, rangkaian program dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih taman Toga dan area sekitar perumahan yang akan digunakan sebaai lokasi penempatan tanaman terong. Setelah kegiatan bersih-bersih, tim KKN melakukan penataan terong dengan pola leter L di area lingkungan RT, sehingga dapat membuat tanaman terlihat lebih teratur dan mudah dirawat. Jadwal penyiraman dan perawatan tanaman akan diserahkan kepada ibu-ibu PKK dan kelompok Dasawisma untuk menjaga keberlanjutan progam ini.

Mamah Endang selaku ketua PKK mengapresiasi program ini “Seneng banget ada program nanem terong pakai galon bekas begini. Simple tapi bermanfaat, apalagi bisa dapet sayur segar buat dimasak di rumah. Selain itu, kita juga jadi belajar nggak buang-buang barang bekas. Semoga kegiatan kayak gini sering-sering diadain, biar ibu-ibu PKK tambah semangat berkebun,” ujarnya.
Diharapakan melalui program penanaman terong ini tim KKN berharap dapat memberikan hasil yang bermanfaat bai masyarakat RT 05 RW 02, sekaligus menjadi langkah yang sederhana dalam mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan bahan-bahan bekas sebagai media lahan yang produktif.











