NEWSFEED.ID, SEMARANG – Upaya pemanfaatan limbah organik semakin menjadi perhatian dalam kegiatan pertanian perkotaan, termasuk di sektor budidaya tanaman hias. Salah satu inovasi terbaru datang dari Flora Asri Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, melalui kegiatan Kelompok 3 Tim 11 KKN Universitas Diponegoro (Undip), yang mengembangkan media tanam alternatif dengan mencampurkan limbah daun ecoprint dan limbah cangkang telur sebagai bahan tambahan dalam budidaya tanaman Aglonema.
Limbah Bernilai: Daun Ecoprint dan Cangkang Telur
Daun sisa ecoprint umumnya dibuang begitu saja setelah digunakan dalam proses pewarnaan alami pada kain. Padahal, daun-daun ini masih menyimpan kandungan organik yang bermanfaat sebagai bahan kompos. Di sisi lain, limbah cangkang telur kaya akan kalsium karbonat yang berguna untuk menetralisir pH tanah serta memperkuat struktur akar tanaman.
Melalui pendekatan ramah lingkungan, kedua limbah ini dikeringkan, dihancurkan, lalu dicampurkan dengan media tanam utama seperti tanah, sekam bakar, dan cocopeat.
Hasil Uji Coba pada Aglonema
Tanaman hias Aglonema dipilih sebagai objek uji coba karena populer dan sensitif terhadap media tanam. Penambahan limbah organik ini terbukti meningkatkan aerasi tanah dan memperbaiki retensi air, sekaligus memberikan unsur hara tambahan. Aglonema yang ditanam dengan campuran limbah cangkang telur menunjukkan daun yang lebih cerah, pertumbuhan akar lebih baik, serta batang tumbuh lebih tinggi. Campuran limbah daun ecoprint juga memberikan hasil tinggi tanaman lebih baik disbanding kontrol.
Kolaborasi Edukatif dan Dampak Lingkungan
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta mendukung pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan lokal. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha tanaman hias dalam mendorong pertanian berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar media tanam, tapi bentuk nyata dari pengolahan limbah rumah tangga.” ujar yolanda.
“limbah organik, jika diolah dengan baik, bisa jadi solusi pertanian yang ramah lingkungan.” Ibu Arini menanggapi.
Pemanfaatan limbah daun ecoprint dan cangkang telur sebagai campuran media tanam merupakan langkah kreatif dan berkelanjutan. Inisiatif dari Kelompok 3 Tim 11 KKN Undip di Flora Asri Pudakpayung, Banyumanik ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas pertanian kota lainnya untuk terus berinovasi dalam pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.
Pemilik Flora Asri ibu Hartati Tri Arini juga mengapresiasi kegiatan ini karena membuahkan inovasi dan hasil yang baik untuk “Flora Asri”, maupun usaha ecoprint nya yang bernama La Romiz











