NEWSFEED.ID, Kendal — Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 15 melaksanakan kegiatan “Sosialisasi UMKM Lokal tentang Pembuatan QRIS dan Pencantuman Lokasi Usaha di Google Maps”.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025, bertempat di Dusun Segono, Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya, program ini dilakukan dengan metode kunjungan langsung ke tiap pelaku usaha. Mahasiswa KKN mendatangi warung-warung dan tempat usaha masyarakat satu per satu, memberikan pendampingan secara personal agar para pelaku UMKM lebih mudah memahami langkah-langkah pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha di Google Maps.

Menurut Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo Posko 15, Inayati Aziz, metode ini dipilih agar pendampingan terasa lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lapangan.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar menyentuh pelaku usaha secara langsung. Dengan turun langsung ke warung-warung, kami bisa membantu mereka membuat QRIS dan menambahkan lokasi usahanya di Maps secara nyata,” ujarnya.
Kegiatan dimulai sejak pagi hingga siang hari dengan mengunjungi beberapa pelaku UMKM di Dusun Segono, seperti pedagang makanan kecil-kecilan yang berjualan di Pujasera Dusun Segono bahkan warteg sekalipun. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa memberikan penjelasan singkat mengenai manfaat sistem pembayaran digital QRIS serta pentingnya kehadiran di Google Maps untuk memperluas jangkauan pembeli.
Para pemilik usaha juga diajak untuk mencoba langsung membuat akun QRIS dan menandai lokasi mereka di Maps, dengan bimbingan langkah demi langkah dari tim KKN.
Respon para pedagang sangat positif tentunya banyak pelaku usaha yang mengaku senang karena mendapatkan bimbingan secara langsung tanpa harus mengikuti pelatihan formal yang sering kali sulit mereka akses. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Cici, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan tersebut yang mana menurut beliau sangat terbantu.
“Saya awalnya tidak tahu cara pakai QRIS atau bikin Maps. Setelah dibantu mahasiswa, sekarang saya bisa punya kode QR sendiri dan usaha saya sudah muncul di Google Maps,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap dapat memperkuat peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi desa dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Program ini sejalan dengan visi kampus dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital, inklusif, dan berkelanjutan, terutama di tingkat desa.
Penulis: Eka Septiya Rachman











