BeritaPendidikan

Dari Limbah Menjadi Berkah, Aksi Nyata IDBU Tim 79 Tangani Permasalahan Sampah Pasar Kradenan

Avatar photo
136
×

Dari Limbah Menjadi Berkah, Aksi Nyata IDBU Tim 79 Tangani Permasalahan Sampah Pasar Kradenan

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, SEMARANG — Dalam upaya membantu menyelesaikan permasalahan limbah di Pasar Kradenan, Iptek Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) Tim 79 menjalankan serangkaian kegiatan solutif dan edukatif yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Kegiatan ini mencangkup menghitung data timbulan sampah pasar hingga sosialisasi pengolahan limbah pasar menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Pasar Kradenan merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang tentunya juga menjadi penghasil sampah dalam jumlah yang besar setiap harinya. Berdasarkan data timbulan sampah yang diperoleh, rata-rata Pasar Kradenan menghasilkan 144,89 kg sampah per hari. Sayangnya kurangnya pemahaman dari pengelola pasar mengenai pengolahan limbah yang benar menimbulkan beberapa masalah seperti asap pembakaran sampah, pupuk organik cair (POC) yang belum sesuai dengan standar, dan penumpukan sampah organik dalam jumlah besar. Melihat kondisi ini, IDBU Tim 79 bergerak untuk melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat.

Kegiatan awal yang dimulai dengan proses sampling data timbulan sampah selama tiga hari berturut-turut, guna mengetahui komposisi sampah, jumlah, dan volume sampah harian yang dihasilkan oleh Pasar Kradenan. Metode pengambilan sampel dilakukan pada siang pada saat pasar sudah selesai beroperasi hingga sore hari, dengan memisahkan sampah sesuai dengan kategorinya seperti sampah makanan, sampah taman, kayu, kerasan, plastik lembaran, logam, kain, karet, kaca, sampah B3, dan sampah lainnya. Hasil pengambilan sampel menunjukan bahwa mayoritas sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik, seperti sisa sayuran dan buah-buahan.

Kegiatan sampling sampah di pasar kradenan.

Setelah kegiatan sampling sampah dilakukan, IDBU Tim 79 kemudian melaksanakan kegiatan sosialisasi yang menyasar pengelola pasar, BumDes Kradenan, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian hasil data timbulan sampah yang telah diperoleh. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa sesi sosialisasi:

Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos

Mayoritas sampah yang dihasilkan dari Pasar Kradenan merupakan sampah organik, sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi kompos. Selain dapat mengurangi volume sampah, kompos juga memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pupuk alami.

Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)

Selain dimanfaatkan menjadi kompos, sampah organik yang diproduksi oleh Pasar Kradenan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC). Selain untuk menguraikan sampah dengan cara yang lebih ramah lingkungan, pengolahan sampah menjadi POC juga dapat memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan.

Budidaya Maggot

Selain memiliki nilai jual dari budidaya maggot, maggot sendiri juga menjadi salah satu solusi untuk menangani permasalahan sampah organik di Pasar Kradenan. Hasil dari budidaya maggot dapat memberikan banyak manfaat seperti pupuk bekas maggot (KasGot), sebagai sumber protein untuk ternak, dan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

Sosialisasi Pengoprasian Alat Incenerator

Sampah yang dihasilkan oleh Pasar Kradenan tidak hanya berisikan sampah organik saja, terdapat juga sampah anorganik yang sulit untuk terurai. Sosialisasi ini bertujuan agar pengolahan limbah menggunakan alat incinerator di Pasar Kradenan dapat digunakan sesuai dengan prosedur yang ada. Dengan begitu proses pembakaran sampah dapat berjalan efektif dan asap yang dihasilkan lebih ramah lingkungan.

Kegiatan sosialisasi di Balai Desa Kradenan.

Kegiatan yang dilakukan oleh IDBU Tim 79 mendapatkan dukungan yang positif dari pemerintah Desa Kradenan dan masyarakat sekitar. Dengan bekerja sama secara langsung dengan BumDes Kradenan membuka peluang untuk program ini dapat berkelanjutan dengan harapan sistem pengelolaan limbah yang lebih terorganisir dan efisien di masa mendatang.

“Kami mewakili pedagang pasar merasa senang dan terbantu dengan adanya program pengolahan limbah pasar dari adik-adik KKN Undip, seperti pembuatan kompos, POC, dan budidaya maggot. Pasar jadi terasa lebih bersih, nyaman, dan enak untuk berjualan. Kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini bersama teman-teman pedagang agar programnya terus berjalan. Kalau kebersihan pasar terus dijaga, kemungkinan jumlah pembeli juga akan bertambah karena suasananya makin nyaman. Saya berharap program ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan karena sangat bermanfaat bagi pedagang dan lingkungan pasar,” ujar Puryanto, perwakilan pedagang Pasar Kradenan

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan Pemerintah Desa Kradenan kegiatan IDBU Tim 79 ini dapat menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi awal inovasi pengolahan limbah pasar menjadi lebih bermanfaat.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id