Blitar – Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program pembelajaran Bahasa Mandarin Dasar bagi siswa kelas VI SD di Desa Tambakan, Kabupaten Blitar. Program kerja individu ini dilaksanakan oleh Amel Devita Anggraeny, mahasiswa Program Studi Sastra China, sebagai bentuk kontribusi dalam memperkenalkan bahasa asing kepada anak-anak melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program MMD Universitas Brawijaya yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dr. Ria Dewi Andriani, S.Pt., M.Sc., M.P. serta didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (DRPM UB). Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Quality Education, dengan memberikan akses pembelajaran yang memperkaya wawasan dan keterampilan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada berbagai materi dasar Bahasa Mandarin yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang diajarkan meliputi angka, salam, perkenalan diri, serta kosakata sederhana yang dapat digunakan dalam percakapan dasar. Pembelajaran dikemas secara komunikatif sehingga siswa dapat langsung mempraktikkan pengucapan dan penggunaan kosakata yang telah dipelajari.
Untuk meningkatkan antusiasme siswa, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga diselingi dengan permainan edukatif, latihan pengucapan (pronunciation), praktik memperkenalkan diri dalam Bahasa Mandarin, serta penggunaan media pembelajaran berupa flashcard dan poster edukatif. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah sekaligus menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Amel menjelaskan bahwa pengenalan Bahasa Mandarin sejak usia sekolah dasar bertujuan memberikan pengalaman baru kepada siswa sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai bahasa dan budaya internasional.
“Saya berharap siswa tidak hanya mengenal beberapa kosakata Bahasa Mandarin, tetapi juga menjadi lebih percaya diri untuk mencoba mempelajari bahasa asing. Pembelajaran dibuat sederhana dan menyenangkan agar mereka merasa bahwa belajar bahasa baru bukanlah sesuatu yang sulit,” ujar Amel.
Melalui program ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap dapat menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa asing sekaligus membuka wawasan mengenai keberagaman bahasa dan budaya di dunia. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Tambakan.
- Amel Devita Anggraeny
- Mahasiswa Program Studi Sastra Cina , Universitas Brawijaya
- wawaaura94@gmail.com
- 087734377292
-
Gambar-JPEG-4F8B-8C54-3B-0 - Setuju











