BeritaPendidikan

Stop Jadi Penonton, Berani Jadi Pelindung! Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Jati Gelar Sosialisasi Anti Bullying bagi Siswa MTs Jati

Avatar photo
287
×

Stop Jadi Penonton, Berani Jadi Pelindung! Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Jati Gelar Sosialisasi Anti Bullying bagi Siswa MTs Jati

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN memberikan pengantar kegiatan kepada siswa-siswi MTs Jati sebelum sesi sosialisasi dimulai.

NEWSFEED.ID, KENDALMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Jati, Universitas PGRI Semarang, mengadakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Jati, Dluwak, Desa Jati, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 10.00–11.30 WIB. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu perundungan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini berangkat dari hasil observasi awal mahasiswa KKN yang menemukan bahwa siswa MTs Jati, yang berada pada usia remaja awal, rentan terhadap tekanan pergaulan, ejekan antarteman, hingga bentuk-bentuk perundungan lain yang seringkali dianggap sebagai candaan biasa. Minimnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying membuat perilaku tersebut berpotensi terus berulang tanpa disadari sebagai masalah serius. Atas dasar itulah, mahasiswa KKN memandang perlu mengadakan sosialisasi yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa.

Dalam sosialisasi bertajuk “Stop Bullying di Sekolah” ini, mahasiswa KKN memaparkan sejumlah materi penting seputar perundungan, di antaranya:

• Pengertian bullying sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh pihak yang merasa lebih kuat terhadap pihak yang dianggap lebih lemah.

• Jenis-jenis bullying, meliputi bullying verbal, fisik, sosial/relasional, dan cyberbullying.

• Ciri-ciri pelaku, korban, dan saksi (bystander) dalam kasus bullying.

• Dampak bullying bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.

• Cara mencegah dan menyikapi bullying, termasuk mendorong siswa untuk berani speak up dan melapor kepada pihak yang dipercaya.

Pemaparan materi jenis-jenis dan dampak bullying menggunakan media presentasi interaktif.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam materi ini adalah ajakan kepada siswa untuk tidak hanya menjadi saksi diam (bystander) ketika melihat tindakan bullying, melainkan berperan aktif sebagai upstander, yaitu berani menegur pelaku secara bijak, memberi dukungan kepada korban, dan melaporkan kejadian kepada pihak sekolah agar dapat segera ditangani.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi interaktif bertajuk “Pohon Ungkapan”, di mana siswa diajak menuliskan perasaan, pengalaman, maupun komitmen pribadi mereka terkait isu bullying pada kertas warna-warni yang kemudian ditempelkan pada papan bergambar pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam mengekspresikan diri sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

Siswa menuliskan ungkapan dan komitmen anti bullying pada papan “Pohon Ungkapan”.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas MTs Jati ini disambut dengan antusias oleh para siswa. Mereka aktif mengikuti sesi tanya jawab, diskusi, hingga simulasi sederhana mengenai sikap yang tepat dalam menghadapi tindakan bullying. Suasana belajar yang santai namun tetap edukatif membuat pesan-pesan anti bullying dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa.

Suasana kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif di ruang kelas MTs Jati.

Melalui kegiatan Sosialisasi Anti Bullying ini, mahasiswa KKN Desa Jati berharap dapat menumbuhkan kesadaran, empati, serta keberanian siswa MTs Jati untuk menolak dan melaporkan tindakan bullying. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, sekaligus mempererat kerja sama antara pihak sekolah dan perguruan tinggi dalam bidang pendidikan karakter.

Kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam ini ditutup dengan sesi refleksi bersama dan foto bersama seluruh peserta sebagai penanda kekompakan mahasiswa KKN dan siswa-siswi MTs Jati dalam mendukung lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

Foto bersama mahasiswa KKN Desa Jati dan siswa-siswi MTs Jati usai kegiatan Sosialisasi Anti Bullying.

Diliput oleh Tim KKN Desa Jati, Universitas PGRI Semarang — 8 Agustus 2026

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id