NEWSFEED.ID, MALANG — Sebanyak 30 siswa kelas 10 SMA BSS Malang mendapat wawasan baru tentang kampanye masyarakat adat melalui kegiatan sosialisasi interaktif yang digelar oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada selasa, 06 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMA BSS Malang ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Politik Lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang siapa itu masyarakat adat serta peran penting mereka dalam menjaga keseimbangan alam.
Dalam kampanye tersebut dijelaskan bahwa masyarakat adat memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya bergantung pada hutan sebagai sumber kehidupan, tetapi juga menjaga kelestariannya melalui kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, keberadaan mereka dinilai sangat penting dalam upaya konservasi alam. Namun, berbagai permasalahan masih dihadapi masyarakat adat, seperti konflik lahan dengan perusahaan maupun negara, kurangnya pengakuan terhadap wilayah adat, hingga eksploitasi sumber daya alam. Kondisi ini menyebabkan marginalisasi sosial dan ekonomi yang semakin memperburuk posisi masyarakat adat.

Mahasiswa juga memaparkan materi mengenai pengertian masyarakat adat, hak-hak yang dimiliki, hingga berbagai permasalahan yang masih dihadapi, seperti konflik lahan, eksploitasi sumber daya alam, dan marginalisasi sosial. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya hutan adat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Mahasiswa juga menekankan pentingnya peran masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui pengelolaan hutan adat yang berbasis kearifan lokal.
Dalam konteks global, isu ini berkaitan erat dengan perubahan iklim dan kerusakan ekosistem yang dampaknya dirasakan secara luas. Isu lingkungan juga menjadi fokus utama dalam kampanye ini. Mahasiswa menjelaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem melalui praktik pengelolaan berbasis kearifan lokal. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, deforestasi, dan kerusakan lingkungan, keberadaan masyarakat adat justru menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan alam.
Adapun Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait kondisi masyarakat adat di Indonesia, peran pemerintah, serta bagaimana generasi muda dapat turut berkontribusi dalam upaya perlindungan tersebut. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu yang diangkat.

Salah satu Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran kritis masyarakat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga peduli dan ikut berperan dalam menjaga hak-hak masyarakat adat serta lingkungan”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa HI UMM berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan masyarakat adat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan bersama. Sosialisasi ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengangkat isu-isu global ke tingkat lokal agar lebih mudah dipahami dan direspons oleh masyarakat.
Kgiatan ini ditutup dengan mahasiswa HI UMM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan masyarakat adat dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Mereka menegaskan bahwa perlindungan hutan adat tidak hanya berdampak pada keberlangsungan masyarakat adat itu sendiri, tetapi juga pada masa depan lingkungan secara keseluruhan.
Penulis: Aura Faizaturrohim












