BeritaPendidikan

Dulu Sepi, Kini Dipenuhi Tawa dan Buku! Mahasiswa KKN UNP Hidupkan Kembali Budaya Membaca Anak

Avatar photo
95
×

Dulu Sepi, Kini Dipenuhi Tawa dan Buku! Mahasiswa KKN UNP Hidupkan Kembali Budaya Membaca Anak

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, AGAM – Kebanyakan anak-anak menghabiskan waktu istirahatnya di sekolah dengan bermain di halaman sekolah atau bercanda tawa dengan teman-teman kelasnya. Mereka jarang sekali memanfaatkan waktu luangnya untuk hal yang lebih bermanfaat seperti membaca buku. Kondisi ini dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang belum optimal dalam mendukung literasi anak-anak, fasilitas yang masih terbatas, dan minimnya ruang baca menarik yang dapat meningkatkan minat baca anak-anak.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) berinisiatif menghidupkan kembali semangat literasi melalui program Pengadaan dan Pemanfaatan Pojok Baca di SDN 27 Tapian Kandis dan TK Al-Kautsar. Program ini tidak hanya menyediakan rak dan buku, tetapi juga menghadirkan pojok literasi yang nyaman, berwarna, dan ramah anak sehingga kegiatan membaca tidak dipandang sebagai hal yang membosankan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sebelumnya, SDN 27 Tapian Kandis memang sudah punya pojok baca. Tapi seiring berjalannya waktu fasilitasnya tidak di manfaatkan secara efektif. Anak anak sibuk dengan kegiatannya di luar kelas dan mengisi waktunya dengan bermain sehingga buku buku tidak lagi di sentuh dan budaya membaca menjadi memudar. TK Al-Kautsar belum terdapat ruang baca khusus yang mendukung pengenalan budaya baca sejak dini. Rencana ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pojok baca yang lebih menarik, dan membantu meningkatkan minat baca pada anak anak.

Pelaksanaan program diawali dengan observasi di kedua sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan lokasi yang paling strategis. Di TK Al-Kautsar, mahasiswa merancang konsep pojok baca yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Rak buku dibuat menggunakan pipa paralon, kemudian dicat dengan warna-warna cerah, dipasang pada dinding, dan dilengkapi dekorasi edukatif agar mampu menarik perhatian anak-anak.

Sementara itu, di SDN 27 Tapian Kandis, mahasiswa mengumpulkan berbagai koleksi bacaan melalui donasi buku serta dukungan sponsor dari Toko Buku Isyana. Setelah berdiskusi dengan pihak sekolah, pojok baca kemudian ditata menjadi ruang yang nyaman dengan tambahan dekorasi dan kata-kata motivasi sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas semata. Mahasiswa juga mengajak siswa memanfaatkan pojok baca melalui kegiatan membaca bersama serta memperkenalkan berbagai buku cerita yang sesuai dengan usia mereka. Dengan demikian, pojok baca tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup.

Perubahan mulai terlihat tidak lama setelah pojok baca diresmikan. Di SDN 27 Tapian Kandis, siswa mulai memanfaatkan waktu istirahat dan waktu sebelum salat Zuhur untuk membaca buku. Sementara di TK Al-Kautsar, anak-anak tampak antusias memilih buku cerita bergambar dan bahkan meminta guru membacakannya.

Salah seorang guru SDN 27 Tapian Kandis mengungkapkan bahwa perubahan tersebut sangat terasa dibandingkan sebelum pojok baca dihidupkan kembali. “Dengan adanya pojok baca yang dibuatkan oleh kakak-kakak UNP ini, anak-anak jadi sering ke sini membaca buku saat waktu istirahat dan sebelum salat.” Menurutnya, koleksi buku yang menarik menjadi salah satu alasan meningkatnya minat baca siswa. Terbukti dengan fakta bahwa siswa-siswa yang biasanya menghabiskan waktu istirahat dengan bermain bersama menjadi lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan mengunjungi pojok baca dan membaca buku di sana bersama-sama.

Apresiasi juga datang dari Kepala SDN 27 Tapian Kandis. Menurut beliau, pendekatan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga membangun suasana belajar yang lebih menarik melalui dekorasi dan kata-kata motivasi. “Kata-kata motivasi di dinding lebih efektif menumbuhkan minat baca anak-anak dibandingkan sekadar sosialisasi.” ucap beliau. Beliau juga menilai bahwa keberadaan pojok baca memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas.

Untuk mengetahui dampak program secara langsung, penanggung jawab Program Pojok Baca SDN 27 Tapian Kandis, Cleosa Yuan Putri, melakukan wawancara dengan salah seorang guru, Andrinaldi, S.Pd. Dalam wawancara tersebut, beliau menyampaikan bahwa keberadaan pojok baca sangat membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan sehingga kegiatan belajar tidak lagi terasa monoton. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kehadiran pojok baca telah menghidupkan kembali budaya membaca di lingkungan sekolah.

Program pengadaan dan pemanfaatan pojok baca menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Nagari Persiapan Salareh Aia Barat. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, guru, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sehingga budaya membaca tetap tumbuh setelah masa KKN berakhir.

Sebab, membangun budaya literasi tidak selalu dimulai dari gedung perpustakaan yang megah. Terkadang, perubahan besar justru lahir dari sebuah sudut kecil di sekolah di mana anak-anak mulai mengenal, mencintai, dan menjadikan buku sebagai jendela dunia.

NAMA KELOMPOK:
1. Cleosa Yuan Putri (S1 Pendidikan Bahasa Inggris)
2. Fani Alvionita (S1 Bimbingan dan Konseling)
3. Fathiah Nur Hasanah (S1 Pendidikan Sejarah)
4. Gischa Ryanda (S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
5. Hikmah Ramadhani (S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar)
6. Intan Nisful Lail Hidayat (S1 Teknologi Pendidikan)
7. Jafar Siddiq (S1 Akuntansi)
8. Lia Delfi Yanti (S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini)
9. Medi Raihan (S1 Pendidikan Teknik Mesin)
10. Muhammad Hasbi Al Fatir (S1 Pendidikan Seni Rupa)
11. Nisa Istiqomah Hrp (S1 Ilmu Administrasi Negara)
12. Putri Novia Sari (S1 Pendidikan Fisika)
13. Putri Rindu Dinanti (S1 Bisnis Digital)
14. Zhylvania Hudhayani Trisly (S1 Ekonomi dan Keuangan Islam)
15. Zora Jultra Solima (S1 Statistika)
Universitas Negeri Padang

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id