NEWSFEED.ID, KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MAHESA Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Tahun 2026 bersama Pemerintah Desa Kediten melaksanakan kegiatan penanaman bibit kopi di lereng Gunung Prau, Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kediten, Bapak Rudianto, ini bertujuan mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi kopi sebagai komoditas unggulan desa.
Penanaman bibit kopi melibatkan mahasiswa KKN MAHESA UPGRIS, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal serta keberlanjutan lingkungan.
Kepala Desa Kediten, Bapak Rudianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang turut berpartisipasi dalam upaya pengembangan desa. Menurutnya, penanaman kopi merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan kondisi geografis Desa Kediten yang berada di lereng Gunung Prau dan memiliki iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi.
Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat mengenai lokasi penanaman dan tata cara menanam bibit kopi yang baik. Selanjutnya, mahasiswa bersama-sama menanam bibit di lahan yang telah dipersiapkan. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong, mulai dari pembuatan lubang tanam, penempatan bibit, penimbunan tanah, hingga penyiraman sebagai tahap awal perawatan tanaman.
Koordinator desa KKN MAHESA UPGRIS 2026 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi desa. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, penanaman kopi diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Desa Kediten memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan sektor perkebunan, khususnya tanaman kopi. Dengan kondisi tanah yang subur dan berada di kawasan perbukitan, kopi dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai komoditas unggulan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tanaman kopi juga memiliki fungsi ekologis. Sistem perakaran tanaman mampu membantu menjaga struktur tanah sehingga dapat mengurangi risiko erosi di kawasan lereng. Oleh karena itu, penanaman kopi menjadi salah satu bentuk upaya konservasi lahan yang sejalan dengan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MAHESA UPGRIS 2026 berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi desa. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan kopi di Desa Kediten.
Kegiatan penanaman bibit kopi ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui edukasi dan penyuluhan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang. Dengan adanya perawatan dan pengelolaan yang berkelanjutan, bibit kopi yang ditanam diharapkan mampu tumbuh dengan baik dan menjadi investasi bagi masa depan Desa Kediten, baik dari sisi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.












