Semarang, 16 Maret 2026 — Program Studi Bioteknologi, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan kegiatan UNDIP GLOBAL CLASSROOM, sebagai bagian dari program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro tahun 2026. Narasumber berasal dari INSERM u1070, Pharmacologie et Science du Medicament, Université de Poitiers Perancis yaitu Farras Daffa Imtiyaz, PhD. yang dihadirkan dalam acara ini.
Acara UNDIP GLOBAL CLASSROOM untuk mata kuliah Biologi Sel tersebut dikoordinir oleh Ketua tim dari Prodi Bioteknologi UNDIP yaitu Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si, M.Si., serta para dosen pengampu mata kuliah tersebut. Pada kuliah pertama tanggal 04 Maret 2026 diberikan topik kuliah sesuai Rencana Pembelajaran Semester mata kuliah Biologi Sel pada Program Studi Bioteknologi Universitas Diponegoro Semarang yaitu Cell division (Point of view for drug targeting).
Pada kuliah tersebut, Farras Daffa Imtiyaz, PhD. menjelaskan mengenai pembelahan sel yang terjadi pada eukariot dan prokariot dan aplikasinya untuk mendesain obat. Pada prokariot, pembelahan sel terjadi melalui pembelahan biner (binary fission) yang terjadi setiap 10-15 menit. Pada pembelahan tersebut terdapat protein FsZ yang menyandi GTPase. Protein tersebut merupakan protein pertama yg membentuk ring dan merekrut protein lainnya. Protein FsZ merupakan protein yang dilestarikan diantara banyak bakteri patogen. Aplikasi untuk pentargetan obat adalah membuat inhibitor GTPase mengendalikan perbanyakan sel bakteri yang dilakukan melalui penghambatan pembelahan sel bakteri patogen. Pada eukariot, pembelahan sel terdiri dari pembelahan mitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis digunakan untuk pertumbuhan makhluk hidup dan perbaikan sel yang rusak. Selain kedua fungsi tersebut, pembelahan meiosis juga digunakan untuk pembuatan sel untuk reproduksi. Pembelahan sel eukariot ini djadikan dasar keilmuan untuk pembuatan obat anti mitosis. Interaksi dilakukan dengan mikrotubulus untuk mencegah pembelahan sel yang tidak terkendali misalnya pada sel kanker. Sel yang ditargetkan untuk obat tersebut adalah sel sehat. Perancangan obat dilakukan dengan melakukan identifikasi protein yang mempunyai ekspresi berlebih pada sel kanker misalnya epidermal growth factor receptor (EGFR), KDR, dan sortilin. Selain itu juga dilakukan identifikasi karakter dari sel kanker. Sel tersebut rakus terhadap kolesterol, vitamin B, dan asam hialuronat.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa. Peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap materi yang dipaparkan dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Dengan semangat interaksi dan diskusi yang hangat, kegiatan kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan membuka wawasan bagi para mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan dan inovasi dalam Aplikasi Biologi Sel di bidang kesehatan. Bersama terselenggaranya acara ini, Program Studi Bioteknologi UNDIP berharap dapat membuka semakin banyak peluang kerjasama, baik dalam bentuk kuliah bersama, kerjasama penelitian, maupun penguatan jejaring akademik antar civitas akademika dan peneliti antar negara. Kegiatan ini didanai melalui sumber pendanaan non-APBN oleh Program WCU Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang.












