NEWSFEED.ID, DEMAK — Tim KKN-T “Posyandu Satelit” pada Sabtu (16/11/2024) telah melakukan survey pada daerah rawan banjir di Kecamatan Sayung, Demak. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu perangkat desa dan masyarakat setempat dalam menanggulangi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut.
Kecamatan Sayung terkenal sebagai salah satu daerah langganan Banjir Rob di Kabupaten Demak, terutama selama pasang surut pada laut yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sayung. Kondisi geografis yang rendah, dekat dengan laut, serta drainase yang tidak memadai membuat wilayah ini rentan terendam air.
Dalam pemetaan ini, tim KKN-T “Posyandu Satelit” menggunakan teknologi berbasis spasial dan survei lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan banjir.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta peta topografi turut dianalisis untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Pada hasil pemetaan menunjukkan bahwa desa-desa di Kecamatan Sayung, khusunya Desa Tugu merupakan daerah yang paling rawan banjir. Salah satu penyebabnya adalah penurunan muka tanah dan kenaikan pada arus laut. Dampak dari banjir yang terjadi cukup serius, meliputi rusaknya rumah warga, terganggunya aktivitas perekonomian, dan penyebaran penyakit seperti demam berdarah. selain itu, infrastruktur umum seperti balai desa, sekolah, dan jalan utama juga ikut terendam.
Pengambilan sampel wawancara pada perangkat Desa Tugu, pemetaan ini sangat membantu dalam merencanakan program penanganan banjir yang tepat sasaran. “Kami berharap pemetaan ini bisa meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menekan dampak rob disini.”
Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat Kecamatan Sayung dapat bekerjasama dalam meningkatkan kewaspadaan saat pasang surut laut, demi mengurangi dampak dari banjir rob ini.











