JATENGKU.COM, KABUPATEN SEMARANG – Dalam rangka pelaksanaan Program Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 2025, sejumlah mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro mengembangkan teknologi tepat guna berupa alat spinner peniris minyak otomatis untuk mendukung produktivitas UMKM di Dusun Karangbolo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Desa Lerep sendiri dikenal sebagai desa wisata kuliner dan edukasi yang aktif memberdayakan UMKM lokal di bawah kepemimpinan Bapak Sumariyadi, S.T. sebagai Kepala Desa.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. dr. Sri Winarni, M.Kes, selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus dosen pembimbing lapangan dari program bertajuk “Pendampingan Masyarakat bersama BUMDes dalam Olahan Peyek Tempe dan Kacang”.
Salah satu mitra utama adalah UMKM Peyek Kacang dan Tempe “SELERA” milik Bapak Mitwa Amir, yang mengalami keterbatasan dalam proses produksi, terutama dalam penggunaan spinner konvensional yang tidak stabil, aus, dan sulit dikendalikan.
Ide awal pengembangan mesin ini bermula pada 15 Mei 2025, setelah tim mendapatkan pembekalan dari dosen pembimbing di kampus. Tahap awal difokuskan pada penyusunan desain alat, pemilihan komponen, perhitungan spesifikasi teknis, hingga penambahan fitur keselamatan.
Awalnya, tim merencanakan penggunaan motor listrik satu fasa dengan soft start, namun akhirnya memilih motor tiga fasa dan inverter, karena inverter memiliki fitur soft start sekaligus DC braking yang lebih sesuai untuk mencegah lonjakan arus dan menjaga performa saat start/stop.
Proses produksi alat dilakukan dalam kurun waktu 1,5 bulan, dimulai dari pemotongan besi untuk rangka utama, perakitan tabung, saringan, dan poros, hingga pemasangan komponen penting seperti motor, belt, driven pulley, dan inverter. Setelah uji coba berhasil, mesin dilanjutkan ke tahap akhir berupa pengecatan dan penyempurnaan. Total anggaran yang digunakan untuk pembuatan alat ini sebesar Rp7.845.000, yang mencakup semua bahan dan komponen teknik.
Dalam pelaksanaan Program IDBU UNDIP 2025, lima mahasiswa lintas program studi berkolaborasi untuk mengembangkan dan memodifikasi alat spinner peniris minyak guna menunjang efisiensi produksi UMKM “SELERA” di Desa Lerep. Rosib Ilham Pratama dari Teknik Mesin FT mengatasi masalah guncangan saat proses penirisan dengan menambahkan bearing pada tutup spinner, klem pengunci, serta sekat tahanan peyek agar produk tetap stabil meskipun jumlah isian tidak penuh.
Sementara itu, Rifqi Bayu Nugrahadi dari Rekayasa Perancangan Mekanik SV mengganti sistem belt dan pulley yang sudah aus dengan ukuran dan material baru yang lebih optimal, sehingga transmisi daya menjadi lebih efisien dan tahan lama. Sandi Hanggara Yudha Utama dari Teknik Mesin FT turut menyesuaikan ukuran dan material penyaring agar sesuai dengan kapasitas produksi mitra, sekaligus merancang ulang penyaring agar proses penirisan minyak berjalan lebih maksimal.
Pada aspek kelistrikan, Rafi Eldrian Nabil Ristanto dari Teknik Listrik Industri SV menambahkan sistem pengatur kecepatan (inverter) untuk menghindari lonjakan arus saat mesin dinyalakan, sekaligus memungkinkan penyesuaian kecepatan sesuai kebutuhan. Terakhir, Yusni Nur Ridwan dari Teknik Mesin FT merancang dan membangun meja dudukan spinner yang kokoh dengan menggunakan material baja dan teknik pengecoran kaki meja ke lantai, sehingga mampu meredam getaran berlebih saat alat beroperasi. Kolaborasi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efektivitas alat bagi mitra UMKM.
Modifikasi alat ini dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan keamanan, kemudahan perawatan, dan efisiensi operasional. Untuk mendukung penggunaan alat yang berkelanjutan, tim juga menyusun modul penggunaan dan perawatan alat spinner yang diserahkan langsung kepada mitra UMKM.
Dengan adanya inovasi ini, proses produksi peyek menjadi lebih efisien, higienis, dan hemat energi. Selain meningkatkan kapasitas produksi, modifikasi alat ini juga membantu menjaga kualitas produk dengan hasil akhir yang lebih kering dan renyah.
Dalam seremonial penyerahan alat yang juga disertai dengan berita acara resmi, Bapak Mitwa Amir menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa UNDIP yang telah membantu mengatasi kendala teknis yang selama ini dihadapinya, “Kami benar-benar merasa terbantu. Dulu spinner sering goyang dan susah dikendalikan. Sekarang alatnya jauh lebih stabil dan aman digunakan. Harapan kami, inovasi ini bisa menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya di Desa Lerep”, ujar Pak Mitwa.
Kedepannya, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah riil melalui pendekatan teknologi tepat guna dan pemberdayaan berkelanjutan.











