NEWSFEED.ID, Kabupaten Semarang – Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Manajemen Kesehatan Ternak Ruminansia di Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang (Mendukung SDGs Tujuan 1)”. Kegiatan ini berlangsung selama Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas peternak dalam menjaga kesehatan ternak ruminansia secara berkelanjutan.
Program pengabdian ini dirancang untuk memberikan pendampingan praktis kepada masyarakat peternak, khususnya terkait pencegahan penyakit, pengenalan gejala gangguan kesehatan, perbaikan manajemen kandang, serta penerapan prinsip kebersihan dan biosekuriti sederhana yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan rakyat.
Tim pengabdian FPP Undip terdiri atas Akhmad Hidayatulloh, S.Pt., M.Pt., Ir. Rudy Hartanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM, dan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat peternak dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan, khususnya dalam manajemen kesehatan ternak ruminansia.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 12 Februari 2026 melalui agenda penyampaian materi kepada para peternak di Desa Kadirejo. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Desa Kadirejo, Bapak Riyadi, dan didampingi oleh Ketua Departemen Peternakan FPP Undip, Dr. Ir. Sri Sumarsih, S.Pt., M.P., IPM. Kehadiran perangkat desa, akademisi, dan peternak menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam meningkatkan kualitas usaha peternakan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim FPP Undip yang telah hadir dan memberikan pendampingan kepada peternak di Desa Kadirejo. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan ternak agar usaha peternakan dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Kepala Desa Kadirejo, Bapak Riyadi.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai peternak. Penjelasan yang diberikan mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami menjadi lebih paham cara mencegah penyakit, menjaga kebersihan kandang, dan memperhatikan tanda-tanda awal gangguan kesehatan pada ternak,” ungkap salah satu peternak peserta kegiatan.
Ketua tim pengabdian, Akhmad Hidayatulloh, S.Pt., M.Pt., menyampaikan bahwa kesehatan ternak menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Menurutnya, pendampingan tidak hanya diarahkan pada penyampaian teori, tetapi juga pada penguatan pemahaman praktis yang dapat diterapkan langsung oleh peternak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peternak semakin mampu mengenali risiko gangguan kesehatan ternak sejak dini dan melakukan langkah pencegahan secara tepat. Jika ternak sehat, produktivitas dapat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan peternak,” jelas Akhmad.
Dr. Ir. Sri Sumarsih, S.Pt., M.P., IPM., selaku Ketua Departemen Peternakan FPP Undip, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat peternak perlu terus diperkuat. FPP Undip berkomitmen untuk mendukung pengembangan peternakan rakyat melalui pendampingan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan lapangan,” tutur Sri Sumarsih.
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 1, yaitu mengakhiri kemiskinan. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen kesehatan ternak, diharapkan usaha peternakan masyarakat dapat lebih produktif, efisien, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga peternak di Desa Kadirejo.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, tim pengabdian FPP Undip berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat Desa Kadirejo dapat terus berlanjut. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar peternak semakin siap menghadapi tantangan kesehatan ternak dan mampu mengembangkan usaha peternakan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.











