BeritaOpiniPendidikan

Faktor dan Pengaruh Minat Baca Peserta Didik MAN 1 Tangerang Selatan

Avatar photo
196
×

Faktor dan Pengaruh Minat Baca Peserta Didik MAN 1 Tangerang Selatan

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, JAKARTA TIMUR – Dalam upaya memahami dan meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Indonesia, melakukan observasi minat baca di MAN 1 Tangerang Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca serta faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan tersebut.

Dari 79 responden yang berpartisipasi, diperoleh bahwa 24,1% siswa gemar membaca buku bergenre fantasi, 19% sejarah, 15,2% romansa, 12,7% slice of life, dan 10,1% horror, dan sisa responden menunjukkan preferensi pada genre lain.

Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa genre buku berpengaruh terhadap kegiatan literasi mereka. Buku yang sesuai dengan minat mereka dapat meningkatkan semangat membaca, mengubah pola pikir, dan membuat mereka tetap menikmati kegiatan literasi.

Siswa berpendapat bahwa mendalami genre yang mereka sukai membantu menjaga minat baca. Namun, ada beberapa siswa yang merasa genre buku hanya sedikit berpengaruh pada kegiatan literasi, dengan beberapa yang menganggap membaca sebagai cara memperbaiki mood atau sekadar refreshing.

Kebijakan sekolah dalam meningkatkan literasi juga diakui oleh 96,2% responden, yang mengatakan bahwa sekolah telah memiliki kebijakan yang cukup berpengaruh terhadap kegiatan membaca mereka.

Selain itu, 77,2% peserta didik menyatakan bahwa waktu membaca berpengaruh terhadap pemahaman mereka, dengan sebagian lainnya menyatakan cukup berpengaruh atau tidak berpengaruh.

Tantangan membaca dapat mempengaruhi kegiatan membaca siswa MAN 1 Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, 24% peserta didik menyatakan bahwa mengantuk dapat menjadi tantangan utama dalam kegiatan membaca.

Beberapa tantangan membaca lainnya yaitu bahasa yang sulit dimengerti, masalah waktu, kurangnya konsentrasi, suasana yang berisik, kemalasan, kebosanan, penggunaan gadget, dan keterbatasan lainnya seperti topik dan ketertarikan. Farah Khairunisa, siswi kelas XI, menyatakan bahwa tantangan membaca sangat berpengaruh terhadap minat baca dan kemampuan literasi.

Menurutnya, jika tantangan seperti kesulitan berkonsentrasi, merasa bosan, atau kesulitan memahami bahasa dalam teks terus terjadi, minat untuk membaca bisa hilang. Padahal, minat membaca merupakan langkah awal yang penting untuk meningkatkan literasi.

Penulis: Dyajeng Dwi Bestari, Fauziah Permata Syahli, Kayla Dwi Harwijayanti, Sabrina Al Izzati, Shafira Alizka

Dosen Pembimbing: Dr. Siti Ansoriyah, M.Pd.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id