Berita

Pelatihan Vertikultur: Sistem Menanam Sayur yang Mudah dan Hemat Tempat

Avatar photo
130
×

Pelatihan Vertikultur: Sistem Menanam Sayur yang Mudah dan Hemat Tempat

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025-02-23 at 17.57.38 (1)
Dokumentasi Kegiatan (15/02/2025)

NEWSFEED.ID, SUKOHARJOMahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta Kelompok 106 memberikan contoh nyata dalam mendukung perkembangan pertanian. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kader Desa di Dusun Luwang, Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2025 bertempat di rumah Bapak Sukardi selaku ketua RT 02/RW 05. Pelatihan vertikultur tanaman sayur merupakan program kerja utama dalam kegiatan KKN Kelompok 106.

Desa Luwang dulunya memiliki anggota KWT (Kelompok Wanita Tani) yang aktif berkegiatan dan didukung dengan adanya greenhouse sebagai bangunan fisik hasil dari kegiatan KWT. Namun, sekarang sudah terhenti karena berbagai faktor, salah satunya karena pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat saat ini memiliki kesibukan masing-masing sehingga sulit untuk membangun kembali KWT yang telah lama tidak aktif. Mahasiswa KKN UNS 106 melihat permasalahan ini sebagai peluang untuk memberikan kontribusi nyata dengan memberikan pelatihan pembuatan vertikultur di dusun tersebut.

Dokumentasi Kegiatan (15/02/2025)

“Sistem vertikultur memungkinkan lebih banyak tanaman tumbuh di lahan yang terbatas dibandingkan dengan metode konvensional. Misalnya, lahan yang hanya cukup untuk 5 batang tanaman bisa menampung hingga 20 batang dengan sistem vertikultur.” ujar Cristian selaku ketua pelaksana program ini. Cristian juga berpendapat bahwa sistem ini sangat ideal untuk masyarakat perkotaan maupun pedesaan yang memiliki lahan terbatas atau bahkan tidak memiliki lahan sama sekali. Tanaman sayur dipilih karena mudah perawatannya dan hasilnya bisa dikonsumsi untuk warga

Pelaksaan pelatihan vertikultur tanaman sayur ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu kegiatan sosialisasi terkait konsep system vertikultur. Tahap ini dilakukan untuk lebih mengenalkan sistem ini kepada peserta. Tahap kedua, yaitu tahap praktek. Selama tahap ini, peserta dipersilahkan untuk praktik secara langsung dengan bekal pengetahuan yang sudah di dapat dari tahap pertama. Tahap kedua ini juga merupakan pembuktian bahwa peserta benar-benar memahami konsep menanam secara vertikultur.

“Saya sangat senang dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN karena telah melaksanakan kegiatan pelatihan vertikultur. Kegiatan ini merupakan ilmu baru bagi kami masyarakat Dusun Luwang untuk lebih mengenal pertanian yang bisa ditanam di lahan sempit. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali KWT di Desa Luwang”, ujar Ibu Rica yang merupakan salah satu peserta pelatihan penanaman vertikultur tanaman sayur.

Dengan adanya percontohan sistem vertikultur ini, diharapkan warga Dusun Luwang dapat lebih mandiri dalam melakukan budidaya tanaman dilahan sempit, menanam sendiri sayuran untuk konsumsi pribadi serta meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian di Desa Luwang, sekaligus mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id