BeritaPendidikan

Mahasiswa MBKM UNS 2025 Hadirkan SIGAP Goes to School: Misi Peta, Cetak Generasi Melek Bencana!

Avatar photo
255
×

Mahasiswa MBKM UNS 2025 Hadirkan SIGAP <i>Goes to School</i>: Misi Peta, Cetak Generasi Melek Bencana!

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa MBKM UNS 2025 melaksanakan program SIGAP untuk meningkatkan pemahaman Spatial Thinking pada siswa SD dan SMP di Desa Jambeyan. (15/3/2025).

NEWSFEED.ID, SRAGEN – Dalam upaya meningkatkan literasi spasial sekaligus membentuk kesadaran dini akan mitigasi bencana, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam Tim Hibah MBKM UNS Membangun Desa 2025 menggelar program edukatif bertajuk SIGAP “Sinergi Generasi Peduli Bencana”.

Kegiatan ini mengusung tema Implementasi Pengenalan Peta dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Spatial Thinking pada Siswa SD dan SMP di Desa Jambeyan.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah arahan Dr. Singgih Prihadi, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP Universitas Sebelas Maret. Program SIGAP merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan kompetensi spasial siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis peta sebagai sarana utama dalam menyampaikan materi geografi kontekstual.

Ketua Tim Hibah MBKM UNS Membangun Desa 2025 Desa Jambeyan, Risam Kastamsa, menjelaskan bahwa “Pada tahap yang paling sederhana kegiatan ini dilaksanakan supaya siswa memiliki kemampuan berpikir keruangan. Lebih lanjut harapannya siswa dapat memahami kondisi geografis di sekitar mereka dan mengetahui dasar mitigasi terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi,” ujar Risam.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 15 hingga 19 Maret 2025, dan menyasar tiga sekolah dasar dan satu sekolah menengah yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

SMP N 3 Satu Atap Sambirejo menjadi lokasi pertama pelaksanaan kegiatan pada 15 Maret 2025. SD Negeri Jambeyan 3 melaksanakan kegiatan pada 17 Maret 2025 yang diikuti oleh seluruh siswa.

Selanjutnya, SD Negeri Jambeyan 2 menggelar kegiatan pada 18 Maret 2025 dengan peserta siswa kelas 3 dan 4, dan ditutup di SD Negeri Jambeyan 1 pada 19 Maret 2025 bersama siswa kelas 5 dan 6.

Siswa SD Jambeyan 3 terlihat antusias mengikuti kegiatan SIGAP yang mengenalkan mereka pada konsep dasar peta.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar peta, komponen-komponennya, serta bagaimana peta dapat digunakan untuk memahami lingkungan sekitar. Kegiatan dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, hingga praktik langsung mendeliniasi peta penggunaan lahan Desa Jambeyan menggunakan kertas kalkir dan pensil warna.

Warna-warna tersebut menunjukkan berbagai jenis penggunaan lahan seperti permukiman, sawah, hutan, badan air, dan tanah lapang. “Pengalaman yang luar biasa bagi peserta didik bisa belajar peta sambil mewarnai. Mengasah kemampuan mereka dalam mengenali lingkungan sekitar,” ungkap Kepala Sekolah SD N Jambeyan 2.

Hasil praktik kelompok kemudian dipresentasikan oleh perwakilan siswa sebagai bentuk refleksi dan evaluasi dari materi yang telah mereka pelajari. Selain menumbuhkan rasa ingin tahu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih peka terhadap kondisi geografis lingkungan mereka, terutama yang berkaitan dengan potensi bencana seperti tanah longsor yang menjadi ancaman utama di wilayah tersebut.

Meskipun kegiatan berjalan lancar dan antusiasme siswa tinggi, tim pelaksana mencatat sejumlah kendala di lapangan seperti keterbatasan media pembelajaran interaktif dan akses internet yang belum memadai di beberapa sekolah. Namun demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kesadaran kebencanaan di kalangan siswa sekolah dasar dan menengah.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id