Klaten, Februari 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) I Universitas Diponegoro meluncurkan program pengelolaan sampah dan limbah terpadu di Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, dengan tujuan untuk mengatasi masalah sampah yang masih sering terjadi di desa tersebut. Sebelumnya, Desa Katekan yang terdiri dari enam RW hanya memiliki dua bak sampah, yaitu yang terletak di RW satu dan di Pasar Menggah Katekan. Minimnya fasilitas pengelolaan sampah ini menyebabkan banyak warga yang membuang sampah sembarangan, seperti di Sungai atau membakar sampah di halaman rumah.
Sebagai langkah awal, tim KKN membangun satu bak sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dapat membantu warga memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pada 7 Februari 2025, tim KKN menggelar sosialisasi di Balai Desa Katekan untuk mengedukasi warga tentang cara menggunakan bak sampah 3R dan pentingnya memilah sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain Pembangunan bak sampah, pembuatan Tong Pembakar Sampah Minim Asap juga menjadi Solusi yang diusung oleh Rayhan Calista sebagai mahasiswa Teknik Mesin. Di sosialisasikan bersamaan dengan bak sampah, Tong Pembakar Sampah Minim Asap ini menarik perhatian banyak warga karena bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya yang cukup mudah.
Pak Paimin, salah seorang warga RW tiga RT satu Desa Katekan, yang turut berpartisipasi dalam Pembangunan bak sampah ini, mengungkakan bahwa kehadiran bak sampah 3R sangat membantu. “Sebetulnya kami juga berencana membangun bak sampah, namun tertunda karena masih belum pasti dimana lokasi strategisnya, jadi saat adik-adik KKN datang dan ingin membangun bak sampah, kami merasa sangat terbantu.” Ujar Pak Paimin.
Pak Paimin juga berharap, program ini tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyadarkan warga akan pentingnya menjaga alam. “Sebagai warga Desa Katekan, saya juga berharap masyarakat disini bisa menggunakan bak sampah ini dengan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Tak hanya warga desa, tapi juga Ibu Lestari selaku sekretaris Desa Katekan menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program pengelolaan sampah sangat penting untuk mewujudkan desa yang bersih dan ramah lingkungan. “Kami sangat berterima kasih kepada Tim KKN Undip yang telah memulai program ini. Dengan adanya bak sampah 3R dan edukasi yang diberikan, semoga warga jadi lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.” Tuturnya.
Ibu Lestari juga berharap agar warga desa dapat terus berkomitmen dalam menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah dengan benar. “Kami berharap setelah adanya bak sampah ini, warga desa bisa lebih disiplin membuang sampah sesuai tempatnya, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa dikurangi.” Tambahnya.
Proses Pembangunan bak sampah ini juga melibatkan partisipasi aktif dari warga desa, sehingga mereka bisa merasakan langsung manfaatnya dan ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan desa. Dengan desain bak sampah 3R yang sudah tersedia, warga bisa membangun lebih banyak bak sampah di setiap RW, memperluas jangkauan program ini.
Dengan adanya bak sampah 3R dan sosialisasi yang telah dilaksanakan, Tim KKN I Universitas Diponegoro berharap Desa Katekan bisa menjadi desa yang lebih bersih, sehat dan ramah lingkungan. Program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan Masyarakat dapat membawa perubahan positif untuk kesejahteraan bersama.











