Sukoharjo – Farah Rahma Kinanti, mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro 2024/2025 program studi Kesehatan Masyarakat, mengadakan penyuluhan “Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri” di Posyandu Remaja Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo (09/02). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja putri tentang manfaat TTD dalam mencegah anemia dan menjaga kesehatan reproduksi.
Penyuluhan ini dihadiri oleh remaja putri dan kader Posyandu setempat. Mahasiswa KKN dari jurusan Kesehatan Masyarakat bertindak sebagai narasumber, membawakan materi tentang pentingnya konsumsi TTD, dampak kekurangan zat besi, serta cara konsumsi yang benar. Selain itu, peserta diajak untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah anemia.
Dalam sesi pemaparan, dijelaskan bahwa anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, hingga risiko komplikasi kehamilan di masa depan. Kurangnya asupan zat besi dari makanan sehari-hari menjadi salah satu faktor utama terjadinya anemia. Oleh karena itu, konsumsi rutin TTD sangat dianjurkan sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Materi penyuluhan disampaikan melalui presentasi PowerPoint dan pembagian leaflet berisi informasi tentang pentingnya konsumsi TTD serta daftar makanan kaya zat besi yang dapat membantu mencegah anemia. Penyuluhan juga diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta berkesempatan bertanya langsung kepada pemateri mengenai berbagai aspek terkait konsumsi TTD, anemia, dan kesehatan remaja.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN mengajak peserta untuk mulai membiasakan konsumsi TTD secara teratur sesuai anjuran, serta menerapkan pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, berolahraga, dan tidur yang cukup. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan remaja putri semakin sadar akan pentingnya konsumsi TTD secara rutin untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan sebagai investasi kesehatan jangka panjang.











