Kuliah Kerja NyataPendidikan

Tingkatkan Pemanfaatan Limbah Dapur, Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair kepada Petani Desa Kembanglangit 

Avatar photo
129
×

Tingkatkan Pemanfaatan Limbah Dapur, Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair kepada Petani Desa Kembanglangit 

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair kepada petani teh lokal di Desa kembanglangit pada selasa (28/1/2025)

NEWSFEED.ID, BATANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan tambahan molase dan EM4 di Desa Kembanglangit, Kabupaten Batang pada Selasa (28/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Bertempat di lahan perkebunan teh desa, pelatihan ini diikuti oleh sejumlah petani lokal, termasuk Pak Darmo, seorang petani teh berpengalaman. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom., yang turut memberikan arahan selama kegiatan berlangsung.

Aryo Rahma Nugroho, mahasiswa Teknik Kimia UNDIP sekaligus penggagas program, menjelaskan bahwa pupuk organik cair dengan molase dan EM4 memiliki berbagai manfaat bagi tanaman.

Molase berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, sementara EM4 mengandung mikroba bermanfaat yang mempercepat proses dekomposisi bahan organik serta meningkatkan kesuburan tanah. “Kami ingin memperkenalkan metode pembuatan pupuk organik cair yang sederhana dan terjangkau, sehingga petani tidak perlu bergantung pada pupuk kimia yang semakin mahal,” kata Aryo.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan tambahan molase dan EM4 di Desa Kembanglangit, Kabupaten Batang pada Selasa (28/1/2025).

Dalam pelatihan ini, para petani diajarkan tahapan pembuatan pupuk organik cair, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, fermentasi, hingga cara penggunaannya di kebun teh. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba langsung proses pembuatan pupuk ini.

Pak Darmo, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui manfaat molase dan EM4 dalam mempercepat fermentasi pupuk organik. “Selama ini kami hanya menggunakan pupuk kandang atau kompos biasa. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara baru yang lebih praktis untuk meningkatkan kesuburan tanah,” ujarnya.

Selain praktik pembuatan pupuk, mahasiswa KKN juga memberikan informasi mengenai dosis penggunaan serta manfaat pupuk organik cair bagi tanaman teh.

Pupuk ini tidak hanya membantu mempercepat pertumbuhan tanaman, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Para petani didorong untuk membandingkan hasil panen dari lahan yang menggunakan pupuk organik cair dengan yang masih mengandalkan pupuk kimia dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan selesainya pelatihan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap para petani dapat secara mandiri membuat dan memanfaatkan pupuk organik cair di kebun mereka. Aryo dan timnya juga telah menyusun panduan tertulis mengenai resep serta cara pembuatan pupuk ini agar bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak petani.

Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom., selaku dosen pembimbing, menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani. “Kami berharap metode ini menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya. Ke depannya, diharapkan teknik ini dapat diterapkan secara luas oleh petani di berbagai daerah untuk menciptakan pertanian yang lebih mandiri dan sehat.

Penulis: Aryo Rahma Nugroho

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id