OpiniPendidikan

Masuknya Toyota di Indonesia: Dari Impor ke Produksi Lokal, Dampak Ekonomi, Serta Perannya Terhadap Lingkungan di Berbagai Daerah di Indonesia

Avatar photo
301
×

Masuknya Toyota di Indonesia: Dari Impor ke Produksi Lokal, Dampak Ekonomi, Serta Perannya Terhadap Lingkungan di Berbagai Daerah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gambar via linkumkm.id

NEWSFEED.ID — Toyota merupakan salah satu perusahaan luar yang memiliki pengaruh besar yang menguasai pada bidang otomotif di Indonesia. Perusahaan otomotif yang dimiliki Jepang ini didirikan pada 28 Agustus 1937 di Tokyo. Pendiri perusahaan ini yaitu Kiichiro Toyoda selaku anak Sakichi Toyoda, merupakan pencetus industri Toyota yang awalnya membuat mesin tenun pada awal tahun 1900-an.

Selepas dalam penyelesaian pendidikannya, Kiichiro kemudian bergabung dengan perusahaan milik keluarga, Toyoda Automatic Loom Works Ltd yang kemudian menjadi Toyota Industries Corporation. Namun, Kiichiro tertarik untuk mengembangkan industri otomotif, sehingga pada 28 Agustus 1937, divisi otomotif ini dipisahkan dan berdiri sendiri sebagai Toyota Motor Company.

Toyota masuk ke Indonesia pada tahun 1961 dengan unit pertama yang dijual pada saat itu yakni Toyota Land Cruiser FJ Series sebanyak 100 unit, yang akan digunakan oleh Kementerian Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa. Dikarenakan telah maraknya penjualan mobil Toyota di Indonesia, pemerintah memberikan kebijakan dengan mewajibkan keberadaan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) sebelum Toyota masuk untuk memasarkan produk mobilnya di Indonesia. Astra yang kemudian mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai ATPM mobil Toyota di Indonesia, namun hanya bergerak sebagai importir dan distributor.

Tahun 1973, Toyota mendirikan pabrik perakitan PT Multi Astra di Indonesia dikarenakan semakin tingginya permintaan produk Toyota. Indonesia mengeluarkan SK Menteri Perindustrian terkait adanya keharusan nagi Toyota untuk menggunakan komponen buatan dalam negeri, sehingga akhirnya langkah ini disambut Toyota dengan mendirikan PT Toyota Mobilindo pada 1976. Mobil Toyota pertama yang dibuat di Indonesia berupa Toyota Kijang tepatnya di tahun 1977.

Di tahun 2003, sejarah Toyota di Indonesia kembali diukir. PT Toyota Astra Motor (TAM) dibagi menjadi 2 entitas berbeda yakni Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai perakit dan eksportir kendaraan maupun suku cadang Toyota dan PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai agen penjualan, importir, sera distributor produk Toyota di Indonesia, dengan kepemilikan saham oleh Astra International 50 persen dan Toyota Motor Corporation 50 persen.

Selain sebagai perusahaan otomotif, Toyota memiliki taktik strategis untuk berperan aktif terhadap permasalahan isu lingkungan global. Melalui program Toyota Environmental Challenge 2050, Toyota menyampaikan partisipasi untuk bergabung dengan berperan aktif menciptakan lingkungan global yang lebih baik di tahun 2050 mendatang.

Dirilis pada tahun 2015, program ini berperan pada berbagai permasalahan lingkungan hidup, Pemerintah Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris melalui Undang-undang Nomor 16 Tahun 2016 dalam konsep Net Zero Emission. Pada perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk menahan peningkatan suhu rata-rata global jauh dibawah 2 derajat celcius diatas tingkat pra-industri dan melakukan upaya berupa membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat celcius diatas tingkat pra-industri. Perjanjian Paris diadopsi oleh 196 Pihak di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP21) di Paris, Prancis, pada tanggal 12 Desember 2015 dan mulai berlaku pada 4 November 2016.

Pemerintah Indonesia dalam komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 sejalan dengan Toyota Environnmental Challange 2050 yakni target prinsipal otomotif Jepang. Toyota memiliki berbagai program salah satunya yakni kampanye yang berjudul “it’s time for everyone” yang bertujuan untuk mendukung netralitas karbon dengan upaya untuk mengurangi resiko pemanasan global serta perubahan iklim.

Pada kampanye tersebut, akses diberikan oleh Toyota kepada masyarakat agar dapat berkontribusi dan bekerjasama untuk mengurangi emisi karbon. Toyota juga mengadakan beberapa program untuk mengurangi emisi karbon, yakni dengan mengadakan Carbon Neutral Workshop yang membahas tentang isu global warming dan tantangan lingkungan di masa mendatang serta memiliki target dakam terciptanya lebih dari 100 Agent of Change pada tahun 2023.

Selain itu, Toyota dalam produknya memiliki banyak pilihan produk mobil listrik yang dihasilkan dalam konteks ramah lingkungan, adanya keterampilan eco safety driving lewat training of trainers yang bertujuan dalam menciptakan lebih dari 85 eco safety driving trainer, melakukan perbaikan ekosistem pantai melalui penanaman lebih dari 5.000 mangrove di beberapa lokasi pesisir di Pulau Jawa pada tahun 2023.

Salah satu yang menjadi pusat kegiatan penghijauan pesisir contoh lokasi utama adalah di Kawasan Wisata Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah oleh Toyota Indonesia melalui program Toyota Forest. Upaya yang dilakukan sebelumnya untuk popularisasikan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Danau Toba dan Bali yang menjadi tempat para wisatawan berkunjung. Pada upaya yang dilakukan berupa membangun pariwisata lokal berbasis ecotourism dan juga masyarakat diberi peluang berupa kesempatan untuk mencoba produk yang dihasilkan Toyota yakni kendaraan berbasis netralisasi karbon.

Masuknya Toyota di Indonesia memberikan sisi positif baik untuk negara maupun masyarakat. Pada segi ekonomi, Toyota berhasil mencapai sebanyak 2.728 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Pilihan terlaris yaitu mobil hybrid produksi lokal yang makin diminati karena harganya kompetitif, paling relevan, dan mudah diaplikasikan di masa transisi energi, menggabungkan efisiensi bahan bakar, performa yang cukup optimal, dan menggunakan teknologi ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

Dengan adanya peningkatan konsumen, terjadinya pula peningkatan produksi berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi Masyarakat baik pada sektor manufaktur, distribusi, dan layanan penjualan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional melalui aktivitas industri otomotif.

Pada tahun 2024, ekspor kendaraan hybrid buatan Indonesia telah mencapai 18.553 unit, mencapai kenaikan secara signifikan dari 8.792 unit pada 2023. Hal ini didorong oleh mengekspor dua model hybrid Toyota, yakni Kijang Innova Zenix Hybrid sebanyak 11.790 unit dan Yaris Cross Hybrid sebanyak 6.763 unit.

Model yang diekspor tersebut diproduksi pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang dan diekspor ke berbagai negara di Kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, hingga Timur Tengah. Tahun 2025 awal, perolehan ekspor telah tembus 2,8 juta unit, sehingga Toyota memiliki target ekspor diharapkan mencapai sebanyak 3 juta mobil buatan dari Indonesia di Akhir 2025.

Sebagai perusahaan sektor otomotif Jepang terbesar di Indonesia, dengan masuknya Toyota, mempererat hubungan ekonomi dan teknologi antara kedua negara melalui investasi, transfer teknologi, dan adanya kolaborasi yang bertujuan untuk pengembangan produk serta program ramah lingkungan melalui program Toyota Environmental Challenge 2050.

Toyota kijang singkatan dari Kerjasama Indonesia-Jepang merupakan hasil kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia sehingga menjadi ikon otomotif kedua negara tersebut, serta memperkuat industri otomotif domestik dengan meningkatan komponen yang digunakan untuk produksi Toyota di dalam negeri.

Dampak di suatu wilayah di Indonesia, Toyota melalui ajang sains anak SMA/SMK Sederajat melalui acara Toyota Eco Youth ke-13 Goes to Sorong pada hari kamis, 30 Mei 2024 yang dihadiri sebanyak 150 siswa dari berbagai SMA dan sederajat di Balai Latihan Kerja, Sorong, Papua Barat Daya.

Kompetisi ini diadakan sebagai penganugerahan anak muda yang memiliki proyek sains inovatif pada isu lingkungan dengan dapat mendaftarkan usulan proyek dalam bentuk proposal. Toyota Eco Youth pertama kali digelar pada 2005 dan terus diadakan setiap tahun dan daerah yang berbeda-beda di Indonesia. Bimbingan yang diberikan dari pihak Toyota Indonesia pada kompetisi ini dengan memberikan edukasi tentang keberlanjutan, dekarbonisasi, metode dalam pemecahan masalah, serta keterampilan komunikasi digital.

Kegiatan yang berdampak positif ini sangat bermanfaat untuk siswa menengah atas baik dari kompeten yang dimiliki, ide-ide yang dapat dikembangkan serta menambah wawasan terkait keberlanjutan serta terkait pengurangan emisi gas rumah kaca sesuai tujuan pemerintah Indonesia yang meratifikasi perjanjian paris. Proyek dari 25 finalis akan mendapatkan mentoring dan pendanaan dari Toyota Indonesia.

Dengan adanya program tersebut diharapkan para siswa dapat memberikan ide-ide kreatif unruk mengurangi emisi gas rumah kaca dan diwujudkan ide tersebut. Semangat inovasi atas permasalahan lingkungan dengan sains terhadap para siswa perlu ditingkatan yang diharapkan dapat melakukan langkah kecil yang berpotensi menjadi dampak besar terhadap upaya dekarbonisasi dimasa mendatang.

Potensi yang dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan berupa aksi jaga bumi kita, pelajar dan generasi muda berinovasi dan berkreasi dalam proyek lingkungan sehingga nantinya bisa bermanfaat disegi positif bagi alam, dan juga punya nilai ekonomi bagi penduduk di sekitarnya.

Penulis: Farida Mega Puspita, Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id