BeritaKuliah Kerja NyataPendidikan

Mahasiswa Tim KKNT IDBU 94 Undip Berhasil Menggelar Workshop Batik Ecoprint di SDN Pungsari 2 Sragen

Avatar photo
139
×

Mahasiswa Tim KKNT IDBU 94 Undip Berhasil Menggelar Workshop Batik Ecoprint di SDN Pungsari 2 Sragen

Sebarkan artikel ini
Foto kebersamaan Tim KKN-T IDBU 94 UNDIP dan siswa-siswi SDN Pungsari 02 setelah mengikuti workshop ‘Batik Ecoprint Ramah Lingkungan’, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (11/8/2025)

NEWSFEED.ID, SRAGEN – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 94 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan workshop kreatif bertema “Batik Ecoprint Ramah Lingkungan” di SD Negeri Pungsari 02, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, pada Senin (11/08/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknik membatik ramah lingkungan sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kreativitas siswa melalui karya seni berbahan alami.

Workshop ini menjadi menarik karena mengusung konsep ecoprinting, yaitu teknik membatik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif unik pada kain.

Metode ini dipilih sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak agar memahami bahwa seni batik tidak hanya indah, tetapi juga dapat diproduksi tanpa merusak lingkungan.

Menurut Gusti Belo Limbong, Koordinator Kelompok 3 KKNT IDBU Tim 94, kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan dan kreativitas siswa.

“Kami ingin adik-adik melihat bahwa batik tidak hanya berbentuk pakaian, tetapi juga bisa diolah menjadi beragam produk kreatif, seperti kipas, dengan proses yang ramah lingkungan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran dilakukan dengan pendekatan interaktif.

“Adik-adik tidak hanya diajari membuat batik ecoprint, tapi juga diperkenalkan sains dan teknologi di balik prosesnya, seperti pola daun, tekanan, difusi, hingga penggunaan alat monitoring suhu,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai tahapan, mulai dari pengenalan ecoprint, praktik langsung membuat motif, hingga mengubah hasil karya menjadi kipas hias.

Siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahap, bahkan saling membantu saat proses penataan daun dan pewarnaan kain. Dalam wawancara singkat salah satu siswa kelas 5, Febrian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat seru untuk diikuti.

Sebagai penutup, setiap siswa membawa pulang kipas ecoprint hasil karya sendiri sebagai kenang-kenangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak SD Negeri Pungsari 02 semakin mencintai batik, menghargai alam, dan termotivasi untuk terus berkreasi.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id