Opini

Krisis Tambang Ilegal di Jalan Laut Sungailiat, Bangka Belitung

Avatar photo
149
×

Krisis Tambang Ilegal di Jalan Laut Sungailiat, Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, BABEL — Aktivitas tambang timah ilegal di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Bangka, semakin merajalela. Ratusan ponton isap produksi (PIP) terlihat bebas beroperasi tanpa pengawasan, merusak hutan mangrove yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat nelayan setempat.

Nelayan seperti Eko dan Ali, yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut seperti ikan, kepiting, dan udang, kini mengaku kesulitan. “Air sungai jadi keruh, mangrove rusak, kami tak bisa lagi cari kepiting atau udang seperti dulu,” ungkap Eko, salah satu nelayan yang terdampak langsung.

Hutan mangrove yang dulunya rimbun dan berfungsi sebagai pelindung abrasi kini berubah menjadi kubangan bekas tambang. Kondisi ini mengancam ekosistem pesisir dan memperburuk krisis ekonomi masyarakat kampung.

Meskipun telah dipasang spanduk larangan dari pemerintah dan aparat desa, aktivitas tambang terus berlangsung. Warga menduga adanya oknum aparat yang melindungi penambang ilegal, sehingga upaya penertiban tidak berjalan efektif.

Penegakan hukum pun dipertanyakan. Razia atau penertiban sering bersifat sementara dan tidak menimbulkan efek jera. Bahkan, tak jarang setelah ponton ditertibkan, tambang kembali beroperasi dalam hitungan hari.

Solusi yang perlu dilakukan antara lain:

  • Penindakan hukum yang tegas dan berkelanjutan, bukan hanya simbolik.
  • Pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan tambang ilegal.
  • Reklamasi lahan dan pemulihan mangrove secara menyeluruh.
  • Transparansi dari aparat penegak hukum untuk menghindari konflik kepentingan.

Jika dibiarkan, aktivitas tambang ilegal ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghancurkan masa depan ekonomi masyarakat kampung yang hidup dari laut. Pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat harus bersatu agar dusun seperti Mengkubung tidak hilang dari peta karena kerakusan manusia.

Penulis: Ifan dari Biologi B

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id