Opini

Kesehatan Mental Mahasiswa: Hal yang Sering Diabaikan, Padahal Sangat Penting

Avatar photo
209
×

Kesehatan Mental Mahasiswa: Hal yang Sering Diabaikan, Padahal Sangat Penting

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID — Banyak orang mengira bahwa masa kuliah adalah masa paling menyenangkan dalam hidup waktu yang penuh kebebasan, teman baru, dan kesempatan belajar banyak hal. Tapi kenyataannya tidak selalu seindah itu. Banyak mahasiswa justru merasa tertekan, kewalahan, dan kesepian. Sayangnya, masalah seperti ini sering dianggap sepele atau bahkan diabaikan. Padahal, kesehatan mental itu penting, bahkan bisa dibilang sama pentingnya dengan nilai akademik.

Tekanan akademik, beban tugas yang menumpuk, ekspektasi dari orang tua, sampai perasaan tidak percaya diri bisa membuat mahasiswa merasa kelelahan secara emosional. Belum lagi masalah pribadi seperti hubungan sosial, kondisi ekonomi, atau perasaan terasing di lingkungan baru. Semua itu bisa mengganggu ketenangan batin dan, kalau dibiarkan terlalu lama, bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang serius seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Masalahnya, tidak semua mahasiswa merasa bebas untuk bercerita atau mencari bantuan. Ada yang takut dianggap lemah, ada juga yang merasa malu. Padahal, kesehatan mental itu bukan sesuatu yang memalukan. Sama seperti saat kita demam atau flu, saat mental kita sedang “sakit”, kita juga perlu istirahat, perhatian, dan kalau perlu, bantuan profesional. Penting bagi mahasiswa untuk mulai peduli dengan kesehatan mental mereka sendiri. Hal-hal sederhana seperti tidur cukup, makan teratur, olahraga ringan, dan ngobrol dengan teman yang bisa dipercaya bisa sangat membantu. Jangan menyepelekan rasa lelah atau stres yang berkepanjangan, karena itu bisa jadi tanda bahwa tubuh dan pikiran kita sedang butuh istirahat.

Kampus juga punya peran besar. Seharusnya, kampus bukan Cuma jadi tempat menuntut ilmu, tapi juga jadi tempat yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk tumbuh. Layanan konseling harus dipermudah aksesnya, dan para dosen serta staf kampus perlu lebih peka terhadap kondisi mahasiswa. Kadang, mahasiswa hanya butuh didengarkan tanpa dihakimi.

Dan yang paling penting, mari sama-sama ubah cara pandang kita terhadap isu kesehatan mental. Jangan lagi menganggap orang yang cerita soal stres atau kecemasan sebagai orang yang “drama” atau “kurang bersyukur”. Justru mereka berani jujur dan peduli dengan diri mereka sendiri. Menjaga kesehatan mental bukan hal yang egois, tapi bentuk tanggung jawab pada diri sendiri. Kalau kita ingin sukses dan bahagia di masa depan, kita harus mulai dari merawat diri kita hari ini, baik fisik maupun mental.

Penulis: Pela Veriska

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id