NEWSFEED.ID — Di sebuah forum PBB United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII), terlihat sejumlah orang berpakaian adat membawa tulisan Free Papua, Free Maluku, dan Free Aceh. Video ini menjadi viral di internet. Forum tersebut merupakan tempat diskusi tentang masalah masyarakat adat, terutama tentang pembangunan, hak asasi manusia, dan lingkungan.
Saat ini, telah dilaporkan kepada keamanan PBB bahwa ada serangan yang dilakukan terhadap orang-orang dari Aceh, Papua, dan Maluku. Peristiwa yang viral di media sosial ini dilaporkan oleh delegasi Indonesia ke pihak keamanan di sidang PBB setelah mereka tampaknya mengangkat sebuah kertas yang bertuliskan “Free Aceh, Papua, dan Maluku.”
Petugas keamanan mendatangi individu yang diduga melakukan provokasi internasional. Indonesia sudah melaporkan oknum yang melakukan provokasi internasional. Di forum (UNPFI) United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues di gedung PBB di New York, Light Call Infantry Paulus Panjaitan, yang menjabat sebagai asisten penasihat militer di perwakilan tetap RI untuk PBB dan merupakan putra dari Luhud Binsar Panjaitan, melakukan tindakan ini untuk mencegah penyebaran masalah separatisme di forum internasional.
Hal ini membuat kementrian juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pada hari Kamis, 06 Maret 2025, Rolliansyah Soemirat mengatakan ketika ada seseorang yang melakukan sensasi diforum, itu sangat menyalahgunakan forum. Beliau juga menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak memiliki etika dan tangggung jawab sama sekali.
Maka, aksi ini sangat membuat nama Indonesia buruk dimata negara lain dalam ruang lingkup PBB ( Perserikatan Bangsa Bangsa) dan dunia. Indonesia dianggap gagal dalam membuat warga negara merdeka dan melakukan aksi tersebut dikarenakan ingin memisahkan diri dari negara Indonesia yang terkenal dengan julukan negara seribu pulau (Thousands Of Islands).
Penulis: Pratama Suganda Mahasiswa Biologi Universitas Bangka Belitung









