KesehatanPendidikan

Kunci Cegah Stunting, Mahasiswa KKNT UNDIP Edukasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal

Avatar photo
274
×

Kunci Cegah Stunting, Mahasiswa KKNT UNDIP Edukasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Sebagai Upaya Cegah Stunting oleh Selvi Regita Cahyani Mahasiswi KKN Tematik POSLITKES Universitas Diponegoro pada Ibu Balita di Desa Tugu,Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

NEWSFEED.ID, DEMAK — Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menghambat pertumbuhan anak dan menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di daerah Desa Tugu.

Sebagai upaya pencegahan, sejumlah ibu balita yang terdapat di Desa Tugu gencar melakukan edukasi mengenai pentingnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal.

Dalam pelaksanaan edukasi di Desa Tugu, terlihat antusiasme warga mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswi KKN Tematik POSLITKES dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro pada Sabtu (19/10/2024).

Para ibu balita tampak serius mendengarkan penjelasan dari narasumber mengenai manfaat Pemberian Makanan Tambahan (PMT), khususnya yang berasal dari bahan pangan lokal.

Selvi Regita Cahyani, seorang mahasiswi peminatan gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa PMT sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Makanan tambahan yang bergizi akan membantu anak tumbuh optimal dan terhindar dari stunting,” ujarnya. Salah satu hal penting yang disampaikan dalam edukasi ini adalah pemilihan bahan

pangan lokal. “Bahan pangan lokal tidak hanya mudah didapatkan, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan tubuh anak,” tambah Selvi Regita Cahyani.

Beberapa contoh bahan pangan lokal yang direkomendasikan antara lain buah-buahan (pisang, mangga, pepaya, dan buah-buahan lokal lainnya yang kaya akan vitamin dan mineral), sayuran (bayam, wortel, labu siam, dan sayuran hijau lainnya yang mengandung zat besi dan vitamin), daging (ayam, ikan, dan telur sebagai sumber protein), dan biji-bijian (kacang- kacangan dan biji-bijian sebagai sumber serat dan protein nabati).

Ibu-ibu balita menyambut baik kegiatan edukasi mengenai pentingnya PMT sebagai upaya pencegahan stunting. “Kami berharap dengan adanya edukasi ini, kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu balita akan pentingnya gizi anak dapat semakin meningkat,” ujarnya.

Edukasi mengenai PMT berbahan pangan lokal merupakan langkah yang tepat dalam upaya pencegahan stunting di Desa Tugu. Dengan melibatkan seluruh ibu balita yang terdapat di Desa Tugu, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id