NEWSFEED.ID — Pemilihan jenis parfum yang tepat dapat memengaruhi kenyamanan dan ketahanan aroma, terutama di negara dengan iklim panas seperti Indonesia.
Salah satu jenis parfum yang mulai banyak diminati adalah water-based perfume. Apa saja keunggulannya dibanding oil-based, dan mengapa cocok digunakan di iklim tropis? Simak penjelasannya berikut ini.
Kenalan Sama Dua Jenis Parfum Populer
Parfum umumnya menggunakan dua jenis bahan utama sebagai pelarut, yaitu air (water-based) dan minyak (oil-based), yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Parfum berbasis air dikenal dengan formula yang ringan, tidak menyengat, serta aman untuk kulit sensitif. Sementara itu, parfum berbasis minyak memiliki konsistensi yang lebih pekat dan konsentrat, sehingga cenderung lebih tahan lama di kulit.
Pelarut, atau yang biasa dikenal sebagai solvent, memainkan peran penting dalam menentukan performa parfum. Pada parfum berbahan dasar air (water-based), pelarut cenderung mudah menguap, sehingga aroma lebih cepat tercium namun juga cepat memudar. Sebaliknya, pada parfum berbahan dasar minyak (oil-based), pelarut menguap lebih lambat, membuat aroma muncul secara perlahan namun bertahan lebih lama.
Jika kamu tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia, di mana udara cenderung panas dan lembap hampir sepanjang tahun, pemilihan jenis parfum menjadi faktor yang cukup penting. Kondisi cuaca seperti ini dapat memengaruhi cara parfum bereaksi terhadap kulit dan seberapa lama aroma dapat bertahan. Salah satu pilihan yang bijak adalah menggunakan parfum berbahan dasar air (water-based).
Kenapa begitu? Ini dia lima alasannya.
1. Terasa Lebih Ringan di Kulit
Cuaca panas dapat mempercepat proses penguapan parfum. Dalam buku Perfume Engineering: Design, Performance & Classification, disebutkan bahwa pelarut berbahan dasar air memiliki activity coefficient (γ) yang tinggi terhadap sebagian besar molekul aroma. Hal ini berarti bahwa molekul-molekul aroma cenderung lebih mudah berpindah dari cairan ke udara, bukan bertahan lama di permukaan kulit seperti pada parfum berbahan dasar minyak (oil-based).
Karena karakteristik inilah, parfum water-based cenderung terasa lebih ringan, sejuk, dan tidak menyebabkan rasa gerah atau berat di kulit, terutama saat suhu udara sedang tinggi. Bagi mereka yang tinggal di daerah dengan iklim panas dan lembap seperti Indonesia, tingkat penguapan yang tinggi ini justru menjadi sebuah keunggulan. Parfum akan lebih cepat menyebar ke udara tanpa meninggalkan rasa lengket atau berlebihan di kulit, sehingga tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
2. Cepat Meresap dan Tidak Lengket
Parfum berbahan dasar air juga memiliki kemampuan cepat menyerap ke kulit, berkat pelarutnya yang berupa air atau alkohol ringan yang cepat menguap. Dalam konsep termodinamika yang dijelaskan dalam buku Perfume Engineering: Design, Performance & Classification, pelarut jenis ini mempercepat transisi molekul aroma dari fase cair menuju udara (headspace).
Akibatnya, parfum dapat meresap ke kulit dengan cepat tanpa meninggalkan rasa lengket. Ini berbeda dengan parfum berbahan dasar minyak (oil-based), yang cenderung bertahan lebih lama di permukaan kulit. Karena itu, parfum water-based sangat cocok bagi Anda yang memiliki aktivitas tinggi, sering merasa gerah, dan ingin melakukan reapply tanpa khawatir merasa “berminyak” atau berat di kulit.
3. Aromanya Langsung Tercium Setelah Disemprot
Parfum berbahan dasar air memiliki keunggulan dalam memberikan efek “quick burst” atau ledakan aroma yang cepat. Karena pelarutnya cepat menguap, molekul-molekul aroma langsung terlepas ke udara dan dapat tercium dalam hitungan detik. Hal ini dijelaskan dalam konsep Odor Value (OV) yang ditemukan dalam buku Perfume Engineering: Design, Performance & Classification, di mana aroma yang dilarutkan dalam air memiliki konsentrasi uap yang tinggi, sehingga dapat menyebar lebih cepat ke udara.
Ibaratnya seperti saat kamu menyalakan kipas angin di ruangan yang baru saja disemprot minyak kayu putih — aroma langsung menyebar dan langsung tercium!
4. Aman Reapply Sepanjang Hari Tanpa Overpowering
Karena karakter aromanya yang cepat muncul dan cepat menghilang, parfum berbahan dasar air sangat ideal untuk digunakan berulang kali kapan saja Anda membutuhkan dorongan aroma yang segar. Keunggulan ini membuat parfum water-based aman digunakan tanpa khawatir aroma yang ditinggalkan akan menjadi terlalu tebal atau menyengat bagi orang-orang di sekitar Anda. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang memilih parfum berbahan dasar air sebagai penguat suasana hati (mood booster) di tengah hari, terutama saat membutuhkan kesegaran atau energi baru tanpa mengganggu kenyamanan orang lain di sekitar. Parfum ini memberikan sensasi ringan yang menyegarkan tanpa terasa berlebihan.
5. Ramah untuk Kulit Sensitif
Banyak parfum berbahan dasar air mengandung sedikit atau bahkan tanpa alkohol, sehingga lebih ramah bagi kulit sensitif. Jika kamu pernah merasakan perih, gatal, atau kulit terasa kering setelah menggunakan parfum biasa, parfum water-based bisa menjadi pilihan yang lebih cocok. Formula ini cenderung lebih lembut dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
Selain itu, beberapa produk lokal kini telah menggunakan pelarut air yang dipadukan dengan bahan alami, seperti ekstrak daun teh atau minyak esensial ringan, untuk memberikan manfaat tambahan bagi kulit tanpa mengorbankan kualitas aroma.
Kalau parfum water-based cocok untuk negara beriklim tropis karena sifatnya yang mudah untuk re-apply, parfum oil-based justru cocok di negara yang memiliki musim dingin, seperti Jepang dan negara-negara di Eropa. Selain aromanya yang long-lasting, parfum oil-based berfungsi membantu melembabkan kulit yang kering akibat musim dingin.
Jadi, pemilihan jenis parfum bisa disesuaikan baik preferensi masing-masing ataupun iklim suatu wilayah. Jika kamu lebih suka aroma yang tahan lama, parfum oil-based bisa menjadi pilihanmu. Meskipun Indonesia panas dan lembap, oil-based perfume tetap cocok, asal kamu tahu cara pakai yang pas.
Sumber :
Teixeira, M. A., Rodríguez, O., Gomes, P., Mata, V., & Rodrigues, A. E. (2013). Perfume engineering: Design, performance and classification. In Perfume Engineering: Design, Performance and Classification. https://doi.org/10.1016/C2012-0-03624-1
Penulis: Nanda Eliya Sari











