BeritaKuliah Kerja Nyata

Wujudkan Desa Sadar Erupsi Gigi, Mahasiswa UMS Edukasi Peran Orang Tua jadi Kunci Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Avatar photo
143
×

Wujudkan Desa Sadar Erupsi Gigi, Mahasiswa UMS Edukasi Peran Orang Tua jadi Kunci Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini
Tim mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program pengabdian ormawa IMM berfoto bersama usai peluncuran program "Mewujudkan Desa Sadar Erupsi Gigi Anak" di Dukuh Gabahan, Desa Bendan, Boyolali, Sabtu (5/10/2025).

NEWSFEED.ID, Boyolali — Upaya meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang gigi anak dilakukan melalui program Mewujudkan Desa Sadar Erupsi Gigi Anak di Dukuh Gabahan, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (5/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam rangka program pengabdian ormawa (IMM). Program tersebut menekankan peran orang tua dalam deteksi dini gangguan erupsi gigi anak melalui edukasi booklet serta pemeriksaan gigi.

Erupsi gigi merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Namun berdasarkan hasil observasi lapangan, masih banyak orang tua di wilayaha pedesaan yang belum memahami waktu erupsi gigi normal yang penting untuk dilakukan pemantauan sejak dini. Minimnya media edukasi dan keterbatasan fasilitas posyandu menjadi faktor utama rendahnya kesadaran tersebut.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Masyarakat memberikan edukasi kepada orang tua dan juga kader posyandu mengenai tahapan erupsi gigi serta tanda-tanda gangguan yang perlu diwaspadai. Edukasi disampaikan menggunakan Booklet Tumbuh Kembang Gigi Anak yang dirancang sederhana agar mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai panduan pemantauan mandiri di rumah.

“Kami ingin orang tua lebih peka terhadap perkembangan gigi anak, karena keterlambatan erupsi atau kehilangan gigi sulung dini sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa jangka panjang,” ujar salah satu anggota tim pengabdian saat kegiatan berlangsung.

Selain kegiatan penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan bagi kader posyandu untuk mendampingi orang tua dalam melakukan pencatatan perkembangan gigi anak. Dilakukan juga kegiatan pemeriksaan gigi gratis kepada anak anak yang ikut datang bersama orang tua dengan pemeriksaan yang meliputi kondisi gigi anak, urutan erupsi, serta mengidentifikasi ada atau tidaknya gangguan seperti keterlambatan erupsi atau posisi gigi yang tidak normal.

Kader posyandu berperan penting dalam keberlanjutan program ini. Dengan adanya pelatihan, kader diharapkan mampu menjadi pendamping utama bagi orang tua dalam pemantauan rutin dan memberikan edukasi lanjutan tingkat desa. Jika ditemukan kelainan, hasil pemeriksaan akan dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyudono untuk tindak lanjut.

Respon Masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang positif. Peran orang tua, khususnya ibu-ibu menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa terbantu dengan adanya booklet sebagai panduan praktis. Salah satu peserta mengatakan bahwa baru memahami bahwa pola pemantauan gigi yang tidak teratur dapat menyebabkan keterlambatan penanganan masalah gigi pada anak. Dari hasil evalusia kegiatan sendiri terjadi peningkatan pengetahuan orang tua sekitar 80% setelah dilakukannya edukasi.

“Selama ini kami jarang memperhatikan urutan tumbuh gigi anak. Setelah ada penjelasan dan mendapatkan booklet ini, jadi lebih paham mengenai urutan tumbuh kembang gigi anak,” ujar salah satu orang tua peserta kegiatan.

Program ini turut memperkuat kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammdiyah Surakarta, kader posyandu, serta perangkat Desa Bendan. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membangun sistem pemantauan kesehatan gigi anak yang berkelanjutan. Ke depannya diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara mandiri melalui posyandu rutin dan menjadi replikasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Boyolali. Program Desa Sadar Erupsi Gigi Anak diharapkan menjadi Langkah awal dalam membangun budaya peduli kesehatan gigi anak sejak dini di tingkat masyarakat desa.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id