NEWSFEED.ID, SEMARANG — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro di TPST Universitas Diponegoro pada periode Oktober – Desember tahun 2024, bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Salah satu program kerja monodisiplin yang dilaksanakan pada Selasa (26/11/2024) oleh seorang mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Talisha Bintang, adalah inovasi pemanfaatan asap cair menjadi produk insektisida organik serta cairan pembersih kaca atau meja.
Program ini bertujuan untuk mengolah limbah asap cair menjadi produk yang lebih bermanfaat, sekaligus memberikan solusi ramah lingkungan dalam mengatasi masalah hama tanaman di masyarakat.
Program yang dilakukan ini merupakan salah satu Upaya untuk mendukung 12 program SDGs yang sesuai dengan tema kegiatan KKN ini, yaitu KKN Tematik SDGs 2024: Optimalisasi TPST UNDIP.
Asap cair adalah hasil kondensasi dari pembakaran bahan organik, seperti kayu atau sekam padi, yang mengandung senyawa fenolik, asam, dan sejumlah komponen aktif lainnya.
Senyawa-senyawa ini, memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam pembuatan insektisida organik dan cairan pembersih. Insektisida berbahan dasar asap cair memiliki keunggulan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya, lebih ramah lingkungan, dan dapat menjadi alternatif untuk mengatasi hama tanaman secara alami.
Pelaksanaan program kerja menyasar para tenaga kerja TPST UNDIP, mulai dari supervisor, staff kantor, hingga staff lapangan. Melalui edukasi secara singkat dengan power point dan demonstrasi pembuatan produk secara langsung, diharapkan bahwa para tenaga kerja yang ada di TPST UNDIP bisa mempraktikkan secara langsung pembuatan produk-produk tersebut.

Proses pembuatan produk insektisida organik dimulai dari pengumpulan hasil asap cair, kemudian ditambahkan dengan asam cuka, dan air. Produk insektisida organik ini bisa mematikan serangga dalam kurun waktu 3-5 menit setelah disemprotkan.
Untuk produk cairan pembersih meja atau kaca juga dimulai dari pengumpulan hasil asap cair, kemudian penambahan gliserin, dan air. Formulasi untuk kedua produk ini diperoleh dari jurnal hasil penelitian dan sudah diuji.
Output dari pelaksanaan kegiatan program monodisiplin ini berupa produk insektisida oganik dan cairan pembersih kaca atau meja, serta dokumentasi yang bisa diakses melalui media sosial Instagram @kknt.tpstundip.
Semoga dengan adanya inovasi ini bisa meningkatkan produktifitas dari para tenaga kerja TPST UNDIP dan meningkatkan nilai barang dari asap cair.
Penulis: Talisha Bintang (Mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Diponegoro)











