NEWSFEED.ID — Sebagai negara yang disebut sebagai negara agraris sudah sepatutnya sektor pertanian di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan sektor lainnya.
Namun, nyatanya anggapan itu salah, karena sektor pertanian di negara kita mengalami ancaman yang besar, yaitu ancaman berupa pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan.
Menurut Bapan Pusat Statistik (BPS) luas lahan baku sawah nasional sebesar 8,07 juta hektar pada tahun 2009 dan pada tahun 2019 mengalami penyusutan sebesar 7,46 juta hektar.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yaitu adanya pertambahan penduduk yang mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan
Perubahan alih fungsi lahan menjadi salah satu tantangan terbesar yang terjadi di sektor pertanian yang menyebabkan berbagai dampak negatif.
Dampak dari perubahan alih fungsi lahan sangat terasa khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, salah satu dampak menurut pendapat saya yaitu adanya penurunan produksi pangan yang sangat signifikan.
Hal ini terjadi karena disebabkan semakin berkurangnya lahan pertanian yang seharusnya dijadikan sebagai tempat untuk bercocok tanam malah diubah menjadi perumahan.
Hal ini juga tidak salah, mengingat jumlah penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Terbukti menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 278.696,2 juta dan pada pertengahan tahun 2024 jumlah penduduk di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dimana jumlah penduduknya sebanyak 281.603,8 juta.
Namun, jika masalah ini tidak diselesaikan dengan segera dan menemukan solusi yang baik bagi negera kita, maka akan menurunkan hasil dari sektor pertanian dan menurut saya hal ini sudah terjadi dibeberapa sektor hasil pertanian.
Salah satunya yaitu, hasil dari padi, terbukti dengan adanya perubahan alih fungsi lahan dan peningkatan jumlah penduduk membuat pemerintah Indonesia harus impor beras dari berbagai negara.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kegiatan impor beras ke Indonesia masih tinggi hingga Mei 2024. Menurut data BPS, pada periode Januari-Mei 2024 impor beras ke Indonesia meningkat 165,27%.
Di tengah tantangan ini, muncul pertanyaan penting: apa yang harus dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan?
Perubahan alih fungsi lahan memanglah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, karena jika hal tersebut tidak dilakukan juga otomatis masyarakat Indonesia tidak memiliki tempat tinggal yang layak untuk dihuni.
Dua hal ini memang menjadi hal yang tidak dapat dihindari dan kegiatan impor pun bukan menjadi solusi yang terbaik mengingat harga impor dari berbagai negara semakin hari semakin naik.
Oleh karena itu perlu adanya berbagai cara agar produksi pertanian di Indonesia tidak menurun. Pemerintah sendiri telah melakukan beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu membuat regulasi, pengembangan kawasan vertikal dan pemukiman berkelanjutan, dan infrastruktur transportasi dan pengembangan wilayah terpencil.
Salah satu solusinya yaitu, dengan adanua regulasi atau peraturan yang membahas mengenai permasalahan peruntukan lahan, terutama di daerah pinggiran kota dan produktif untuk pertanian. Zona pertanian harus dilindungi dari pengembangan menjadi lahan pemukiman atau industri.
Tidak kalah penting, yaitu dengan cara pengembangan kawasan vertikal dan pemukiman berkelanjutan dapat mengurangi konsumsi lahan pertanian, pengembangan permukiman vertikal (seperti apartemen atau rumah susun) dapat menjadi alternatif. Selain itu, konsep pembangunan kota berkelanjutan yang ramah lingkungan dapat mengurangi tekanan pada lahan pertanian
Langkah selanjutnya, yaitu infrastruktur transportasi dan pengembangan wilayah terpencil dengan adanya penyediaan infrastruktur transportasi dan aksesibilitas wilayah terpencil dapat mengurangi tekanan alih fungsi
Langkah itu dapat diambil oleh pemerintah Indonesia, untuk menanggulangi permasalahan tentang produktivitas yang terjadi di Indonesia dan menghasilkan hasil pertanian yang stabil.
Sehingga tidak perlu untuk impor bahan-bahan pokok dari negara lain cukup membeli dari petani negara kita. Selain untuk menekan biaya impor, cara ini menurut saya dapat mensejahterakan rakyat Indonesia yang bekerja di sektor pertanian, karena saya lihat harga bahan pangan selalu naik turun yang akhirnya membuat petani rugi.
Meskipun demikian, masih ada di beberapa wilayah Indonesia yang tidak mematuhi apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk larangan membangun pemukiman di lahan pertanian.
Meskipun di tengah perkembangan teknologi juga, permasalahan alih fungsi lahan tidak dapat di diselesaikan jika semua pihak menutup telinga dan mengabaikan larangan tersebut dan berakibat harga-harga barang pokok menjulang tinggi.
Hal ini juga, berakibat pada produktivitas pertanian kita yang semakin tahun menurun akibat permasalahan ini.











