NEWSFEED.ID, SRAGEN — Sebagai bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2025 di Desa Ngargosari, sebuah inovasi ramah lingkungan telah diperkenalkan dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik. Program ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Malaika Putri Adinda, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola limbah rumah tangga secara lebih berkelanjutan. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah Eco Enzyme, cairan serbaguna yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, gula, dan air.
Eco Enzyme memiliki berbagai manfaat, baik untuk keperluan rumah tangga maupun sektor pertanian. Dalam bidang pertanian, cairan ini dapat digunakan sebagai pupuk alami yang meningkatkan kesuburan tanah dan berfungsi sebagai pestisida organik yang aman bagi lingkungan.
Selain itu, Eco Enzyme juga bermanfaat sebagai pembersih rumah tangga alami, seperti untuk mencuci peralatan dapur, mengepel lantai, serta membersihkan berbagai permukaan. Bahkan, cairan ini juga dapat dimanfaatkan dalam perawatan pribadi, seperti mandi, keramas, dan merendam kaki guna detoksifikasi tubuh. Keunggulan lain dari Eco Enzyme adalah kemampuannya untuk menghilangkan bau tidak sedap dan membersihkan residu pestisida pada buah dan sayuran.
Proses pembuatan Eco Enzyme cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Bahan utama yang digunakan terdiri dari limbah organik berupa sisa sayur atau buah sebanyak 60%, gula atau molase sebanyak 10%, dan air sebanyak 30%. Campuran ini kemudian difermentasi dalam wadah tertutup yang memungkinkan gas hasil fermentasi keluar secara berkala. Untuk mempercepat proses fermentasi, tambahan bakteri EM4 dapat digunakan. Proses ini berlangsung selama 1 hingga 3 bulan hingga cairan siap digunakan setelah melalui tahap penyaringan.
Keunggulan Eco Enzyme tidak hanya terletak pada manfaatnya yang beragam, tetapi juga pada aspek ekonomis dan keberlanjutan lingkungan. Pembuatan cairan ini tidak memerlukan biaya besar, sebab bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemanfaatan limbah organik untuk produksi Eco Enzyme membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sehingga berdampak positif bagi lingkungan.
Melalui program ini, Malaika Putri Adinda dan TIM KKN 1 UNDIP 2025 telah berkontribusi dalam memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, sehingga lebih banyak orang dapat mengadopsi dan menerapkan konsep pengelolaan limbah yang ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.
Reporter: Malaika Putri Adinda
Reviewer: Jazimatul Husna S.IP., M.IP.











