BeritaPendidikan

Mahasiswa HI President University Gelar Proyek Sosial SDG 13 untuk Edukasi Aksi Iklim di Cikarang

Avatar photo
89
×

Mahasiswa HI President University Gelar Proyek Sosial SDG 13 untuk Edukasi Aksi Iklim di Cikarang

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa HI President University Angkatan 2024 berfoto bersama 30 anak Yayasan Rumah Yatim Gema Insan Amanah pada kegiatan Proyek Sosial SDG 13 di Cikarang Utara.

NEWSFEED.ID, Kabupaten Bekasi Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional President University Angkatan 2024 melaksanakan proyek sosial bertema “SDG 13 – Aksi Iklim: Lindungi Bumi Kita” di Yayasan Rumah Yatim Gema Insan Amanah, Cikarang Utara, pada Selasa (8/7/2025). Kegiatan yang diikuti oleh 30 anak usia 6–12 tahun ini merupakan bagian dari program wajib Social Project untuk mahasiswa semester tiga, yang dalam prodi Hubungan Internasional diarahkan agar selaras dengan isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat melalui pendekatan edukasi yang mengangkat isu lingkungan sebagai fokus utama kelompok. Pemilihan SDG 13 dilakukan karena relevansinya dengan tantangan lingkungan di kawasan Cikarang, yang merupakan wilayah industri besar dengan permasalahan seperti polusi udara, tingginya sampah plastik, dan minimnya ruang hijau. Melalui proyek ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan aksi iklim secara sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Suasana antusias terlihat saat anak-anak mendengarkan cerita dan menonton video edukatif mengenai pentingnya menjaga bumi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan survei lapangan sebelum pelaksanaan untuk memahami kondisi peserta dan menentukan materi yang sesuai. Pada hari kegiatan, sesi dibuka dengan pemutaran video edukatif mengenai perubahan iklim, disusul storytelling tentang bumi dan tindakan-tindakan kecil yang dapat membantu mengurangi dampak pemanasan global. Penyampaian materi dibuat interaktif agar seluruh peserta dapat mengikuti penjelasan dengan mudah.

Untuk menjaga semangat anak-anak, panitia mengadakan ice breaking sebelum memasuki sesi utama. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop melukis tote bag kanvas bertema lingkungan. Tote bag tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta agar dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai, sehingga anak-anak tidak hanya berkreasi tetapi juga belajar menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Tote bag ramah lingkungan hasil kreasi anak-anak Yayasan Rumah Yatim Gema Insan Amanah dalam kegiatan melukis yang dipandu mahasiswa HI President University.

Sesi berikutnya adalah praktik menanam hidroponik. Setiap anak diberikan pot kecil, media tanam, dan benih sayuran untuk ditanam sendiri. Tanaman tersebut juga dibawa pulang oleh peserta, dan fasilitator telah mengajarkan cara merawatnya agar anak-anak dapat melanjutkan proses pembelajaran di rumah. Metode hidroponik dipilih karena dapat diaplikasikan di lingkungan dengan keterbatasan lahan seperti daerah perkotaan dan industri.

Mahasiswa HI President University membimbing anak-anak menanam benih hidroponik dan mengenalkan cara merawatnya sebagai langkah sederhana aksi iklim.

Salah satu panitia, Tasya, mengatakan bahwa proyek ini dirancang untuk mengajak anak-anak belajar sambil merasakan pengalaman langsung.

Kami ingin anak-anak merasakan bahwa peduli lingkungan bisa dimulai dari hal kecil yang mereka lakukan sendiri. Dengan melukis tote bag dan menanam hidroponik, mereka bisa belajar sambil bermain dan memahami bahwa aksi kecil pun berdampak besar,” ujarnya.

Di sisi lain, antusiasme peserta tampak dari partisipasi mereka dalam setiap sesi. Salah satu anak, Farel, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Saya jadi tahu kalau bumi bisa rusak kalau kita banyak pakai plastik dan buang sampah sembarangan. Saya juga senang banget bisa melukis totebag-nya, karena itu bisa dipakai supaya kami enggak pakai plastik lagi, dan saya senang bisa menanam tanaman sendiri. Tanamannya juga diajarin cara rawatnya sama kakak-kakaknya. Saya sangat senang hari ini,” katanya.

Selain penyampaian materi dan praktik langsung, proyek ini juga mengintegrasikan nilai-nilai agama, moral, kewarganegaraan, dan Pancasila. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari rasa syukur kepada Tuhan, wujud tanggung jawab sosial, serta implementasi nilai persatuan dan kepedulian terhadap sesama.

Kebersamaan mahasiswa HI President University dan anak-anak Yayasan Rumah Yatim Gema Insan Amanah terekam dalam sesi foto bersama di akhir kegiatan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah, konsumsi, dan sesi foto bersama. Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta, terutama dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Proyek sosial ini juga menjadi bagian dari komitmen President University dalam mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Tasya Anindita Verlaning Inca Paradiva, Mahasiswi President University, Jurusan Hubungan Internasional, Angkatan 2024

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id