Berita

Inovatif! Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Lilin Aromaterapi Anti-Nyamuk: Ramah Lingkungan dari Limbah Rumah Tangga

Avatar photo
173
×

Inovatif! Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Lilin Aromaterapi Anti-Nyamuk: Ramah Lingkungan dari Limbah Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Foto Pelaksanaan Program Monodisiplin 1 bersama Ibu-Ibu Warga RT 03 Dukuh Ngroto, Desa Ngargosari (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2025)

NEWSFEED.ID, SRAGEN — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2025 yang berlangsung di Desa Ngargosari telah berhasil memperkenalkan inovasi lilin aromaterapi anti-nyamuk sebagai solusi ramah lingkungan dalam pemanfaatan limbah rumah tangga. Program ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Malaika Putri Adinda, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro, untuk mengatasi masalah nyamuk sekaligus mengurangi limbah minyak jelantah dan kulit jeruk.

Lilin aromaterapi ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk mengusir nyamuk tetapi juga memberikan aroma menenangkan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kenyamanan di rumah. Dibuat dari bahan alami dan limbah yang diolah kembali, inovasi ini menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan obat nyamuk berbahan kimia.

Keunggulan lilin ini terletak pada kemampuannya dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah dan kulit jeruk sebagai bahan utama, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, lilin ini juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk yang efektif serta memberikan efek relaksasi melalui aroma yang dihasilkan. Dari segi ekonomi, bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau, sehingga memungkinkan masyarakat untuk membuatnya sendiri secara mandiri.

Proses pembuatan lilin ini dimulai dengan memurnikan minyak jelantah menggunakan karbon aktif yang berasal dari briket jagung. Minyak jelantah yang telah dimurnikan kemudian dicampurkan dengan palm wax dan dipanaskan hingga meleleh dan merata. Setelah itu, kulit jeruk, lavender oil, dan pewarna ditambahkan ke dalam campuran tersebut dan diaduk hingga tercampur sempurna. Campuran yang telah selesai kemudian dituangkan ke dalam cetakan lilin yang telah disiapkan dengan sumbu di tengahnya. Lilin dibiarkan hingga mengeras sebelum siap digunakan. Dengan metode sederhana ini, masyarakat dapat memanfaatkan limbah rumah tangga secara optimal dan menghasilkan produk yang bermanfaat.

Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar, program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga tetapi juga memberikan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Lilin aromaterapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif alami dan aman dalam perlindungan dari nyamuk, terutama di daerah dengan tingkat kasus demam berdarah yang tinggi. Penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan menjadikan lilin ini lebih aman dibandingkan dengan produk komersial yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Melalui program ini, Malaika Putri Adinda bersama TIM KKN 1 UNDIP 2025 telah menunjukkan komitmen dalam menciptakan inovasi berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Diharapkan ke depannya, lebih banyak individu yang dapat mengadopsi dan mengembangkan ide serupa guna mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi seperti ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif dan efektif demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Reporter: Malaika Putri Adinda
Reviewer: Jazimatul Husna S.IP., M.IP.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id