Berita

Brotowali, Cabai, dan Jengkol Ampuh Usir Tikus! Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Pelatihan Produksi Semprotan Anti Tikus Alami

Avatar photo
140
×

Brotowali, Cabai, dan Jengkol Ampuh Usir Tikus! Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Pelatihan Produksi Semprotan Anti Tikus Alami

Sebarkan artikel ini
David Jonathan Gleneagles Siahaan, mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro, memberikan pelatihan kepada petani Desa Kalipuru tentang pembuatan Brotocol, sebuah obat pengusir hama tikus alami.

NEWSFEED.ID, WONOSOBO — Sektor pertanian di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian negara. Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan kekayaan alam yang melimpah, dan pertanian menjadi salah satu sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lapangan pekerjaan, serta ketahanan pangan.

Misalnya, Desa Kalipuru yang merupakan salah satu desa di Indonesia juga bisa memiliki potensi pertanian yang sangat besar, terutama dalam pengembangan persawahan. Di desa ini pertanian padi menjadi kegiatan utama masyarakat. Selain sebagai sumber mata pencaharian, bidang persawahan di Desa Kalipuru juga menjadi bagian dari budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.

Belakangan ini, Desa Kalipuru menghadapi suatu permasalahan pada sektor pertanian, khusunya di lahan persawahan. Serangan hama tikus pada tanaman padi menyebabkan kerugian yang sangat signifikan bagi para petani, bahkan bisa mengakibatkan gagal panen yang mempengaruhi ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Serangan hama tikus ini bukan hanya menjadi masalah bagi petan sajai, namun juga bisa memperburuk kondisi ekonomi masyarakat desa yang bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber pendapatan utama. Untuk itu, diperlukannya suatu penanggulangan serangan hama tikus secara bersama-sama oleh seluruh pihak di desa, baik masyarakat, pemerintah, maupun ahli pertanian.

Untuk membantu Desa Kalipuru memberi solusi dalam menghadapi serangan hama tikus, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro 2024/2025 adakan Program Pelatihan Produksi Brotocol ”Obat Pengusir Hama Tikus” bersama Kelompok Tani dan Pemerintahan Desa Kalipuru, Kecamatan Wonosobo.

10 Februari 2025, program monodisiplin David Jonathan Gleneagles Siahaan dari Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik ini berlangsung dengan baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Kalipuru.

Program ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, petani dan pemerintahan desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani untuk mencari solusi terhadap serangan hama tikus yang mengancam hasil panen mereka.

Program ini juga mendapatkan sorotan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Mereka menilai Brotocol berpotensi untuk menjadi obat pengusir hama tikus alami yang efektif untuk diproduski dan digunakan para petani. Ketersediaan bahan baku yang melimpah di Desa Kalipuru dan sifat produk yang ramah lingkungan membuat Brotocol menjadi solusi yang sangat tepat dalam mengatasi permasalahan hama tikus yang menyerang persawahan. Brotocol merupakan produk bisa menjadi alternatif yang efektif dan berkelanjutan dalam pengendalian hama, tanpa merusak lingkungan atau mengandalkan bahan kimia berbahaya.

Terbuat dari bahan-bahan alami seperti brotowali, cabai, dan jengkol, membuat kombinasi ketiga bahan ini memiliki aroma dan rasa yang sangat tidak disukai oleh tikus. Brotowali, yang dikenal dengan rasa pahitnya, cabai dengan sensasi pedasnya, dan jengkol dengan bau khasnya, bekerja sama untuk menciptakan efek pengusiran yang efektif. Semprotan ini menjadi alternatif ramah lingkungan dan aman untuk digunakan dalam mengatasi masalah tikus, tanpa perlu mengandalkan bahan kimia berbahaya.

Semoga Brotocol “Semprotan Pengusir Hama Tikus Alami” dapat bermanfaat bagi warga Desa Kalipuru, terkhusus kepada para petani. Dengan kandungan alami yang aman dan efektif, diharapkan Brotocol dapat membantu melindungi daerah persawahan dari ancaman hama tikus.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id