ArtikelKulinerOpini

Pemasaran Digital dan Tantangan Usaha Kuliner Lokal: Studi Kasus Kebab SS

Avatar photo
135
×

Pemasaran Digital dan Tantangan Usaha Kuliner Lokal: Studi Kasus Kebab SS

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pelayanan di gerai kuliner lokal Kebab SS, Kabupaten Kudus. Meski memiliki produk yang diminati dengan harga terjangkau, pelaku usaha kuliner skala kecil seperti Kebab SS masih menghadapi tantangan besar dalam konsistensi pemasaran digital.

NEWSFEED.ID, Kudus — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku usaha kuliner lokal menghadapi tantangan baru dalam memasarkan produknya. Media sosial kini menjadi salah satu sarana utama untuk menjangkau konsumen dan mempertahankan daya saing. Namun, pemanfaatan pemasaran digital tidak selalu berjalan optimal, terutama bagi usaha kuliner berskala kecil. Kondisi ini juga dialami oleh Kebab SS, sebuah usaha kuliner lokal di Kabupaten Kudus.

Kebab SS merupakan usaha kuliner yang menawarkan berbagai menu kebab dengan harga terjangkau dan lokasi yang cukup strategis. Untuk memperkenalkan produknya, Kebab SS telah memanfaatkan media digital, khususnya media sosial, sebagai sarana promosi. Melalui media tersebut, informasi mengenai menu, produk, dan promo disampaikan kepada konsumen sebagai upaya menarik minat beli.

Meski demikian, pemanfaatan pemasaran digital di Kebab SS masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya konsistensi dalam penyampaian konten promosi. Unggahan di media sosial belum dilakukan secara rutin, sehingga informasi yang disampaikan tidak selalu sampai kepada konsumen secara maksimal. Padahal, konsistensi konten berperan penting dalam membangun kepercayaan serta menjaga ketertarikan konsumen terhadap suatu usaha.

Seorang penjual Kebab SS sedang melayani pembeli dengan ramah di gerainya yang berlokasi strategis di Kabupaten Kudus.

Pengelolaan pemasaran digital yang belum terstruktur juga berdampak pada efektivitas promosi. Konten yang diunggah cenderung bersifat situasional dan belum direncanakan secara berkelanjutan. Akibatnya, potensi media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan konsumen belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan pemasaran digital tidak hanya terletak pada penggunaan media, tetapi juga pada strategi dan pengelolaannya.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut difokuskan pada penyajian konten yang lebih informatif dan menarik. Dokumentasi produk, penjelasan menu, serta informasi promo disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan konten yang jelas dan relevan, konsumen diharapkan lebih mudah mengenal produk serta terdorong untuk melakukan pembelian.

Pemanfaatan pemasaran digital yang lebih terarah dapat membantu usaha kuliner lokal seperti Kebab SS dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya saing. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen. Melalui interaksi yang terbangun, hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dengan lebih baik.

Kasus Kebab SS mencerminkan kondisi yang banyak dihadapi oleh usaha kuliner lokal lainnya. Pemasaran digital menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, sekaligus menghadirkan tantangan dalam hal konsistensi dan strategi pengelolaan konten. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, pemasaran digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan produk, menarik minat konsumen, dan mendukung keberlanjutan usaha kuliner lokal.

Penulis: Muhammad Adhitri Setiawan
Universitas Muria Kudus

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id