OpiniPendidikan

Manfaat Jogging terhadap Kesehatan Psikis dan Kepercayaan Diri Terhadap Remaja Khususnya Mahasiswa

Avatar photo
55
×

Manfaat Jogging terhadap Kesehatan Psikis dan Kepercayaan Diri Terhadap Remaja Khususnya Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Surabaya — Berolahraga berasal dari kata olah yang berarti gerak dan raga yang berarti tubuh. Banyak sekali khasiat berolahraga yang dapat diperoleh contohnya semacam melindungi kesehatan badan, menghindari berbagai penyakit dan meningkatkan kesehatan fisik manusia (Steve  et  al.,  2021). Aktivitas olahraga juga membentuk jiwa sportif, karakter, serta sifat yang baik dimana pada kesimpulannya membentuk manusia yang bermutu (Fadilah et al., 2023).

Namun, anak muda kerap kali menyepelekan kebugaran serta kesehatan sehabis meninggalkan rumah seta tinggal diluar kota untuk kuliah. Yang dimana kerapkali tidak memenuhi kebutuhan konsumsi santapan sehat serta berolahraga yang diperlukan oleh badan kita (Penelitian & Edwar Daulay, 2022).

Olahraga jogging secara rutin dengan bentuk aktivitas fisik aerobic ringan hinagga sedang memilki peran signifikan dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Jogging sebagai salah satu bentuk aktivitas yang banyak direkomendasikan karena mudah dilakukan dan memiliki manfaat fisiologis yang luas.

Penelitian terbaru menunjukan bahwa aktivitas jogging secara rutin mampu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot serta memperbaiki fungsi mental seperti mengurangi keemasan dan depresi (Simatupang et al., 2025). Aktivitas ini juga berkontribusi pada peningkatan fungi kognitif, termasuk daya ingat an konsentrasi yang penting untuk mengurangi resiko penurunan fungsi otak.

Selain manfaat fisik dan mental, jogging juga memberikan efek social positif melalui peningkatan interaksi dan dukungan social yang sangat penting dalam mengalami perasaan isolasi dan meningkatkan kesejahteraan psikososial.

Keterkaitan Teori Psikologi Dan Kepercayaan Diri dengan Aktivitas Jogging

Teori Humanistik (Carl Rogers)

Teori humanistik Carl Rogers menekankan dorongan bawaan manusia menuju aktualisasi diri, sebuah proses di mana individu berusaha untuk mewujudkan potensi penuh mereka. Kegiatan fisik yang teratur, seperti jogging, juga berkontribusi pada kesehatan mental dan emosional, mendukung prinsip-prinsip psikologi humanistik dalam konteks pengembangan diri (Basirah et al., 2024).Penyelarasan ini sangat penting untuk pertumbuhan pribadi dan aktualisasi diri, karena menumbuhkan rasa pemenuhan dan kesejahteraan psikologis.

Kegiatan fisik yang teratur juga dapat meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi secara positif dengan orang lain, menciptakan hubungan yang mendukung dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan pribadi. Dengan demikian, pendekatan psikologi humanistik Rogers menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menjadi alat penting dalam membantu individu mencapai potensi penuh mereka melalui peningkatan kesadaran diri dan hubungan sosial yang positif.

Teori Self-Efficacy-Albert Bandura

Konsep ini merupakan pusat teori kognitif sosialnya, yang menekankan interaksi antara faktor pribadi, perilaku, dan lingkungan dalam fungsi manusia. Mengumpulkan wawasan dari berbagai sarana tentang bagaimana efikasi diri dibentuk oleh dan membentuk pengalaman sosiokultural, menyoroti perannya dalam agensi individu dan kolektif dalam berbagai konteks (Bandura, 1997).

Albert Bandura mengembangkan konsep self-efficac ysebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas tertentu. Salah satu sumber utama pembentukan self-efficacy adalah pengalaman keberhasilan atau enactive mastery.

Jogging sebagai aktivitas fisik dapat berperan dalam membangun self-efficacy melalui pencapaian target pribadi, seperti meningkatkan jarak tempuh atau kecepatan lari. Keberhasilan dalam mencapai tujuan-tujuan ini memperkuat keyakinan individu terhadap kemampuannya, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan diri secara keseluruhan.

Penutup

Secara psikologis, jogging menyediakan kesempatan yang signifikan bagi individu untuk meraih pencapaian personal yang bersifat terukur dan konkret, seperti peningkatan durasi lari, jarak tempuh, atau kecepatan yang dicapai. Setiap kemajuan kecil yang dirasakan dalam rutinitas jogging ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat rasa kompetensi dan kemampuan mengendalikan diri (self-regulation).

Pengalaman sukses yang berulang kali tersebut secara bertahap membangun pondasi kepercayaan diri yang kokoh, karena individu merasakan kontrol langsung atas kemampuan tubuh dan pencapaian yang mereka raih. Selain itu, jogging yang umumnya dilakukan di ruang publik juga menciptakan peluang untuk berinteraksi sosial dengan sesama pelari maupun anggota komunitas olahraga, sehingga meningkatkan rasa keterikatan sosial dan rasa memiliki terhadap kelompok.

Jogging pun tidak hanya menjadi aktivitas fisik biasa, melainkan juga media pemberdayaan psikologis dan sosial yang efektif dalam konteks pembangunan manusia yang holistik. Dengan demikian, penting untuk terus mengembangkan ruang publik yang mendukung aktivitas fisik, sehingga semua individu dapat merasakan manfaat kesehatan secara maksimal.Ruang publik yang inklusif dan aman berperan penting dalam mendorong kesehatan mental dan fisik masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan

Referensi:

Penulis: Immakulada Faadhilah Rahmadani, Universitas Airlangga

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id