BeritaPendidikan

Ubah Limbah Jadi Rupiah, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 Latih Ibu-Ibu PKK Penggaron Kidul Olah Sampah

Avatar photo
124
×

Ubah Limbah Jadi Rupiah, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 Latih Ibu-Ibu PKK Penggaron Kidul Olah Sampah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Mahasiswa KKN Kelompok 32 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama ibu-ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Penggaron Kidul setelah sukses melaksanakan pelatihan pembuatan anyaman dari limbah plastik, Minggu (8/2/2026).

NEWSFEED.ID, SemarangMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 32 mengadakan kegiatan pelatihan membuat anyaman dari sampah plastik bekas pada Minggu, (8/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK RT 01 RW 02, Kelurahan Penggaron Kidul. Tujuan utama acara ini adalah mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Langkah inovatif ini sebenarnya telah dipersiapkan sejak dua minggu sebelum acara puncak dimulai. Untuk efisiensi waktu, para mahasiswa KKN UPGRIS telah berkoordinasi dengan warga RT 01 RW 02 untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik, mulai dari bungkus kopi hingga kemasan cairan pembersih pakaian. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian disortir oleh mahasiswa untuk memastikan kelayakan bahan baku.

Sebelum hari pelatihan tiba, tim mahasiswa KKN UPGRIS telah melakukan proses pembersihan dan pemotongan sampah sesuai dengan ukuran yang standar untuk menganyam. Hal ini dilakukan agar saat hari pelaksanaan, fokus kegiatan dapat langsung diarahkan pada teknik pembuatan tanpa membuang banyak waktu pada tahap persiapan awal yang bersifat teknis dan repetitif.

Pada hari pelaksanaan, mahasiswa menjelaskan secara singkat bagaimana cara membersihkan dan memotong sampah plastik yang benar kepada para peserta. Selain teknis pembuatan, mahasiswa juga menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi tumpukan limbah plastik. Dengan sedikit kreativitas, sampah yang tadinya dibuang bisa berubah menjadi barang yang punya nilai jual.

Setelah peserta memahami teori dasar persiapan bahan, para mahasiswa mulai mendemonstrasikan teknik pelipatan bungkus kemasan. Tahap ini sangat krusial karena kerapian lipatan akan menentukan kekuatan dan estetika hasil anyaman nantinya. Ibu-ibu PKK tampak memperhatikan dengan saksama setiap instruksi yang diberikan sebelum akhirnya mencoba mempraktikkannya secara langsung di bawah bimbingan mahasiswa.

Memasuki tahap inti, peserta diajarkan teknik dasar menganyam menggunakan lipatan-lipatan plastik yang telah siap. Mengingat pembuatan produk anyaman membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelatenan tinggi, mahasiswa memfokuskan pelatihan pada penguasaan metode dasar. Materi meliputi sinkronisasi warna, pola kaitan antar-plastik, hingga teknik penguncian anyaman agar tidak mudah terlepas.

Sebagai motivasi tambahan, mahasiswa KKN UPGRIS memamerkan contoh produk yang telah jadi berupa wadah kotak tisu yang cantik dan kokoh. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa sampah yang semula tidak berharga dapat bertransformasi menjadi barang fungsional yang estetis. Kehadiran contoh fisik ini berhasil memantik antusiasme para peserta untuk menyelesaikan karya mereka sendiri.

Tidak hanya terbatas pada kotak tisu, para mahasiswa juga menjelaskan berbagai variasi produk yang dapat dihasilkan dari kreativitas ini. Berbagai barang seperti tas belanja, dompet, tempat pensil, keranjang, taplak meja, hingga tikar dapat dibuat dengan metode yang sama. Bahkan, sampah plastik tersebut bisa disulap menjadi aksesoris kecil seperti gantungan kunci yang bernilai ekonomis.

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 32, Anas Ali Imron, menjelaskan tujuan utama dari program kerja ini. “Kami ingin memberikan keterampilan baru kepada warga dalam mengelola sampah plastik. Harapannya, ibu-ibu di Penggaron Kidul bisa memanfaatkan limbah rumah tangga mereka menjadi barang yang berguna, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan ada potensi tambahan penghasilan bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan rasa senang dan apresiasi dari para peserta. Ibu-ibu PKK RT 01 RW 02 Penggaron Kidul mengucapkan terima kasih banyak kepada para mahasiswa KKN UPGRIS. Mereka merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang cara mengolah sampah bungkus plastik bekas menjadi produk baru yang bernilai jual dan bisa digunakan sehari-hari.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id