NEWSFEED.ID, Jepara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 10 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran di SD Negeri Telukawur yang berlokasi di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada 19–20 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan dua orang guru serta 29 siswa kelas IV dan V sebagai peserta utama.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN-T Undip yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pengetahuan dasar serta keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana, khususnya gempa bumi dan kebakaran.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama, Senin (19/1/2026), difokuskan pada sosialisasi materi kebencanaan yang meliputi Disaster Management Inabrief, Disaster Assessment and Emergency Response, serta Psychological First Aid. Materi disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi juga dikombinasikan dengan diskusi ringan untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa.
Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (20/1/2026), kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat bencana. Dalam simulasi gempa bumi, siswa dilatih untuk mengenali tanda-tanda terjadinya gempa, melakukan perlindungan diri, serta mengikuti prosedur evakuasi yang aman dan tertib. Simulasi ini bertujuan agar siswa tidak panik dan mampu mengambil langkah yang tepat apabila bencana gempa bumi benar-benar terjadi.

Selain simulasi gempa bumi, siswa juga mendapatkan edukasi dan praktik langsung terkait penanganan kebakaran. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta alat pemadam api modern berupa fire blanket. Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti simulasi pertolongan pertama pada luka bakar dan luka lecet sebagai bentuk respons awal dalam situasi darurat kebakaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana seperti gempa bumi dan kebakaran. Melalui program ini, diharapkan dapat terwujud lingkungan sekolah yang lebih siap menghadapi risiko bencana, memperkuat sistem kesiapsiagaan sekolah melalui pengelolaan risiko, prosedur evakuasi, dan respons darurat yang terintegrasi, serta mendukung penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sebagian besar siswa mengaku senang mengikuti kegiatan Sekolah Siaga Bencana ini. Mereka menilai kegiatan yang diberikan menarik, seru, dan mudah dipahami, terutama saat penjelasan materi serta praktik simulasi evakuasi bencana. Banyak siswa merasa lebih memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana dan merasa lebih siap untuk melindungi diri.
Suasana kegiatan berlangsung dengan menyenangkan dan interaktif sehingga siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dari awal hingga akhir. Melalui program kerja ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah serta menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan.











