NEWSFEED.ID, Semarang – Siapa sangka daun pepaya, daun kelor, dan bunga-bunga yang berada di sekitar rumah bisa menjadi karya seni bernilai tinggi? Hal inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 29 bersama ibu-ibu Kelurahan Pedurungan Lor pada Rabu, 28 Januari 2026.
Mengusung semangat ramah lingkungan (eco-friendly), mahasiswa mengajak warga untuk berkreasi membuat kain motif Ecoprint. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga kampanye untuk lebih mencintai alam.
“Ecoprint ini unik, tidak ada satu kain pun yang motifnya sama persis karena setiap daun punya jejak yang berbeda. Ini adalah seni memanfaatkan alam tanpa merusaknya,” ujar Dwi Amiliya Putri, selaku penanggung jawab kegiatan.

Suasana pelatihan berlangsung meriah. Ibu-ibu Pedurungan Lor tampak asyik menata komposisi daun di atas kain katun, lalu dengan hati-hati memprosesnya hingga motif tercetak sempurna. Rasa penasaran mereka terbayar lunas saat kain dibuka dan menampakkan warna-warni alami yang cantik.
Kegiatan yang diinisiasi KKN UPGRIS Kelompok 29 ini membuktikan bahwa kreativitas bisa dimulai dari hal sederhana di halaman rumah. Kini, ibu-ibu Pedurungan Lor memiliki keterampilan baru untuk mengisi waktu luang sekaligus menghasilkan karya yang memukau.











