NEWSFEED.ID, Surabaya — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan edukasi bertema Moderasi Beragama Ramah Anak di Panti Asuhan Ulul Azmi, Surabaya, Sabtu (6/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Project Based Learning (PBL) mata kuliah Agama Islam yang bertujuan memperkuat pemahaman nilai toleransi dan sikap moderat sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung sejak sore hari dan disambut antusias oleh anak-anak panti. Rangkaian acara diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk menciptakan suasana akrab, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi yang dikemas secara interaktif dan ramah anak.
Materi utama disampaikan melalui pemutaran video animasi yang menjelaskan konsep moderasi beragama secara sederhana. Anak-anak diajak memahami pentingnya saling menghargai perbedaan, menjaga sikap toleran, serta menghindari perilaku ekstrem dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pemutaran video, mahasiswa juga membawakan sesi storytelling kisah para nabi yang menekankan nilai kasih sayang, toleransi, dan anti-kekerasan. Dalam sesi ini, anak-anak tampak aktif berpartisipasi melalui tanya jawab dan diskusi ringan. Interaksi dua arah tersebut menciptakan suasana belajar yang hangat dan komunikatif.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti kegiatan kreatif berupa menulis cita-cita. Anak-anak kemudian menyampaikan cita-cita mereka di hadapan teman-teman sebagai upaya melatih keberanian, rasa percaya diri, serta sikap saling menghormati. Kegiatan semakin semarak dengan permainan edukatif seperti tebak nama nabi yang mendorong kebersamaan dan kerja sama antar peserta.
Sebagai pembina kegiatan, Taufikurrahman menjelaskan bahwa program ini menjadi tahapan lanjutan di kelas, harapannya mahasiswa menjadi agen pionir moderasi beragama di masyarakat yang bisa mempraktikkan di lembaga masing-masing.
“Di kelas, mahasiswa sudah dibekali teori dasar mengenai moderasi beragama dan literasi digital. Kegiatan ini merupakan kelanjutannya, agar mereka dapat menerapkan kemampuan tersebut secara nyata, seperti menumbuhkan toleransi antar umat beragama di lingkungan masyarakat,” ujar Taufikurrahman.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, empati sosial, serta penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Melalui interaksi langsung dengan anak-anak panti, mahasiswa belajar menyampaikan materi keagamaan secara inklusif dan tidak menggurui.
Sementara itu, pihak Panti Asuhan Ulul Azmi menyambut baik kegiatan edukatif tersebut. Salah satu pengurus panti menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak dalam memahami nilai toleransi dan sikap saling menghargai dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak terlihat senang dan lebih berani berpendapat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa memberikan apresiasi kepada anak-anak yang aktif selama acara. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara mahasiswa dan penghuni panti.
Kegiatan edukasi moderasi beragama ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman serta keberanian anak-anak dalam berinteraksi. Tim pelaksana berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter dan nilai toleransi sejak dini.











