BeritaPendidikan

Perkuat Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Edukasi Sampah Plastik

Avatar photo
257
×

Perkuat Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Edukasi Sampah Plastik

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, KlatenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan lingkungan melalui penyusunan dan distribusi Buku Saku Edukasi Kesehatan Lingkungan “PHBS dan Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Tangga”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengelolaan sampah plastik rumah tangga, serta pencegahan pencemaran lingkungan sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Dukuh Jembangan, dengan sasaran utama masyarakat umum/keluarga rumah tangga. Edukasi dilakukan melalui metode sosialisasi langsung kepada warga dengan memanfaatkan buku saku sebagai media utama penyampaian informasi yang ringkas, praktis, dan mudah dipahami.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Tematik UNDIP menyampaikan materi yang mencakup konsep dasar PHBS, dampak perilaku hidup tidak sehat terhadap kesehatan lingkungan, serta pengelolaan sampah plastik rumah tangga melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Selain itu, materi edukasi juga menekankan bahaya penggunaan plastik sebagai kemasan makanan dan minuman, khususnya plastik sekali pakai yang berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan dan minuman.

Materi edukasi juga difokuskan pada dampak pencemaran sampah terhadap lingkungan persawahan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai kebiasaan membuang sampah sembarangan di saluran air, tepi sawah, maupun lahan pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air. Sampah plastik yang menumpuk di area persawahan dapat menghambat aliran irigasi, menurunkan kesuburan tanah, serta berdampak pada pertumbuhan tanaman padi. Selain itu, pencemaran tersebut berpotensi menimbulkan mikroplastik yang dapat masuk ke rantai makanan dan berdampak pada kesehatan manusia.

Melalui buku saku, masyarakat juga diedukasi mengenai upaya pencegahan pencemaran sawah, seperti tidak membuang sampah ke lahan pertanian, memilah sampah sejak dari rumah, mengelola sampah plastik secara bijak, serta menjaga kebersihan saluran irigasi. Buku saku disusun secara sederhana dan dilengkapi ilustrasi edukatif yang memudahkan masyarakat memahami keterkaitan antara perilaku sehari-hari, kelestarian lingkungan sawah, dan kesehatan keluarga.

Selain pembagian buku saku, mahasiswa juga memberikan penjelasan langsung kepada warga mengenai isi materi serta mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah makanan dan botol minum sendiri, memilah sampah rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan area persawahan.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan respons yang positif dan antusias. Warga aktif menyimak penjelasan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai permasalahan sampah plastik dan pencemaran lingkungan sawah yang terjadi di sekitar mereka. Pendekatan edukatif melalui buku saku dinilai efektif sebagai media pengingat yang dapat dibaca ulang dan diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya penerapan PHBS, pengelolaan sampah plastik rumah tangga, kewaspadaan terhadap bahaya plastik sebagai kemasan makanan dan minuman, serta pencegahan pencemaran sampah di lingkungan persawahan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan keberlanjutan pertanian, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id