NEWSFEED.ID, Kesongo – Upaya penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis prinsip syariah terus dilakukan di Desa Kesongo, Kabupaten Semarang. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Halal Value Chain (HVC) dan sertifikasi Halal yang diselenggarakan pada Jumat, 15 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat desa.
Pelatihan ini diprakarsai oleh Raafi Muhammad Ghani, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2022 Universitas Diponegoro (UNDIP), dan diikuti oleh para pelaku UMKM Desa Kesongo. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman UMKM mengenai pentingnya penerapan rantai nilai halal dan sertifikasi halal sebagai strategi menghadapi persaingan di pasar halal nasional hingga global.
Dalam pemaparan materinya, Raafi menjelaskan bahwa konsep halal tidak hanya terbatas pada sertifikasi produk semata, melainkan mencakup keseluruhan proses bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran. Seluruh tahapan tersebut harus memenuhi prinsip halalan thayyiban, yakni halal, aman, bersih, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah Islam.

“Melalui pelatihan Halal Value Chain ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat memahami bahwa halal adalah sebuah sistem bisnis yang terintegrasi. Jika diterapkan dengan baik, halal value chain dapat menjadi keunggulan kompetitif yang meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujar Raafi dalam sesi pemaparan.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya disampaikan secara teoritis. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan project based learning, di mana peserta diajak untuk melakukan simulasi perancangan halal value chain sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Para pelaku UMKM menyusun rencana bisnis halal secara mandiri, mulai dari identifikasi titik kritis kehalalan hingga strategi pemasaran produk halal.
Pendekatan ini mendapat respons positif dari peserta karena dinilai aplikatif dan mudah diterapkan. Dengan pendampingan langsung selama pelatihan, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil perancangan tersebut dalam operasional usaha sehari-hari.
Apresiasi terhadap pelaksanaan program ini juga disampaikan oleh Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si., selaku dosen pembimbing kegiatan. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas sinergi yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kesongo. “Kami mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Halal Value Chain ini karena mampu menjawab kebutuhan riil UMKM desa. Program ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pelaku UMKM Desa Kesongo atas antusiasme dan keterbukaan dalam menerima inovasi yang kami hadirkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UMKM Desa Kesongo diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas dan standar produknya, tetapi juga memperluas jangkauan pasar. Seiring dengan meningkatnya permintaan produk halal di tingkat global, penerapan halal value chain dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM desa agar lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan siap menembus pasar yang lebih luas.











